Apa Itu Majas Sarkasme? Inilah Penjelasan dan Contohnya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas merupakan gaya bahasa yang ada dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Apa itu majas sarkasme, pertanyaan yang muncul saat evaluasi harian terutama yang berkaitan dengan materi majas dalam Bahasa Indonesia.
Majas sarkasme menjadi salah satu jenis majas yang cukup menarik untuk dipelajari. Majas ini memiliki ciri penyampaian yang khas dan cenderung “menyengat”. Berbeda dengan sindiran halus, sarkasme diungkapkan secara terang-terangan sehingga mudah dikenali.
Apa itu Majas Sarkasme dalam Bahasa Indonesia?
Melalui pemahaman tentang majas ini, siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan bahasa. Apa itu majas sarkasme? Berikut adalah penjelasannya berdasarkan Naskah Publikasi Gaya Bahasa Sarkasme dan Kekhasan Bahasa Penulis pada Judul Rubrik Kriminal di Surat Kabar Harian Meteor, Edisi April 2012 oleh Adik Oki Aflikhah.
Majas sarkasme merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang ada dalam Bahasa Indonesia. Majas ini digunakan untuk menyampaikan sindiran secara kasar, tajam, dan cenderung menyakitkan.
Majas sarkasme dipahami sebagai bentuk ekspresi bahasa yang tidak hanya menyindir, tetapi juga mengandung unsur ejekan, hinaan, bahkan kemarahan terhadap pihak tertentu. Penggunaan majas ini biasanya muncul dalam situasi komunikasi yang emosional.
Contoh penggunaannya bisa digunakan dalam percakapan langsung maupun tulisan, seperti komentar di media sosial atau forum publik. Majas sarkasme dapat muncul dalam berbagai bentuk bahasa, mulai dari kata, frasa, hingga klausa.
Dalam praktiknya, bentuk kata sering berupa kata-kata kasar atau ejekan langsung, seperti “bodoh” atau istilah sejenis. Sementara itu, bentuk frasa dan klausa biasanya lebih kompleks, namun tetap mengandung makna sindiran yang tajam.
Sarkasme juga dapat menggunakan berbagai ragam bahasa, seperti bahasa Indonesia, bahasa daerah, hingga bahasa asing. Dari segi fungsi atau maksud, majas sarkasme tidak hanya digunakan untuk menghina, tetapi juga memiliki beberapa tujuan lain.
Sarkasme dapat berfungsi sebagai bentuk pemberitahuan, ajakan, maupun umpatan. Namun, fungsi yang paling dominan adalah sebagai sarana untuk meluapkan emosi negatif, seperti kemarahan atau ketidakpuasan terhadap suatu situasi atau individu.
Penggunaan majas ini sering kali menimbulkan dampak emosional bagi penerima pesan, seperti perasaan tersinggung atau marah. Penggunaan majas sarkasme juga sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya.
Dalam lingkungan tertentu, penggunaan sarkasme bisa dianggap sebagai hal yang wajar, terutama dalam komunikasi informal. Namun, dalam konteks formal atau pendidikan, penggunaan gaya bahasa ini cenderung dihindari karena dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Terdapat berbagai contoh majas sarkasme. Berikut adalah contoh majas sarkasme yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Wah, rajin sekali kamu, datang paling akhir setiap hari.
Hebat ya, nilai kamu selalu paling rendah di kelas.
Bagus banget kerjamu, sampai semuanya jadi berantakan begini.
Pintar sekali kamu, hal sederhana saja tidak bisa.
Luar biasa, kamu benar-benar jago bikin masalah.
Terima kasih ya, sudah membuat situasi ini makin kacau.
Keren banget idemu, sampai semua orang jadi bingung.
Rajin belajar ya, buktinya kamu tidak paham apa-apa.
Cepat sekali kerjamu, sampai deadline saja terlewat.
Sopan sekali kamu, bicara saja tidak punya etika.
Apa itu majas sarkasme? Secara keseluruhan, majas sarkasme merupakan gaya bahasa sindiran yang paling kasar dan biasanya digunakan untuk menyampaikan kritik secara langsung, bahkan bisa menyakitkan. (Fia)
Baca juga: Apa Itu Kalimat Perincian? Inilah Penjelasan Beserta Contohnya