Konten dari Pengguna

Apa Itu Sum'ah? Ini Penjelasannya dalam Ajaran Islam

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Sum'ah, Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Sum'ah, Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani

Apa itu sum’ah, dan mengapa istilah ini sering dikaitkan dengan niat serta keikhlasan dalam beramal? Ketahui penjelasannya dalam Islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari seseorang bisa saja terjebak dalam perilaku yang tampak baik di luar.

Namun, menyimpan tujuan tertentu di baliknya, sehingga penting untuk memahami makna sebenarnya dari sum’ah agar kita dapat menjaga kemurnian niat dalam setiap perbuatan.

Apa Itu Sum'ah dalam Ibadah?

Ilustrasi Apa Itu Sum'ah, Foto: Unsplash/GR Stocks

Apa itu sum'ah? Dikutip dari Mengenal Lebih Dekat dengan Sifat Sum'ah, oleh Muhammad Irham Kholid (2025), dalam situs shafta.sch.id, sum’ah adalah sikap ketika seseorang menceritakan amal ibadah atau kebaikan yang telah dilakukannya dengan tujuan memperoleh apresiasi, pujian, atau pengakuan dari orang lain.

Perilaku ini menunjukkan bahwa motivasi yang mendasari perbuatannya bukan semata-mata untuk mengharap keridhaan Allah, melainkan juga adanya keinginan untuk dikenal dan dihargai oleh manusia.

Dalam ajaran Islam, sum’ah digolongkan sebagai bagian dari riya, yaitu kondisi ketika niat dalam beribadah tidak lagi murni karena Allah, tetapi bercampur dengan kepentingan untuk mendapatkan penilaian dari selain-Nya.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia pada hakikatnya hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan, yaitu memusatkan ketaatan semata-mata kepada-Nya dalam menjalankan ajaran agama, meskipun hal tersebut tidak selalu disukai oleh sebagian orang (Q.S. Al-Bayyinah: 5).

Sejalan dengan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan bahwa setiap perbuatan sangat bergantung pada niat yang melatarbelakanginya. Seseorang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa ketulusan niat merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap amal ibadah.

Sikap sum’ah atau keinginan untuk dipuji orang lain dapat merusak kemurnian niat tersebut sehingga mengurangi nilai ibadah di sisi Allah.

Salah satu contoh perilaku sum'ah yaitu, suatu hari ada kisah terjadi pada seorang pemuda bernama Ahmad yang dikenal tekun menjalankan ibadah di masjid.

Namun di balik kerajinannya tersebut, ia memiliki keinginan agar orang lain memperhatikan dan memuji apa yang ia lakukan.

Ketika melaksanakan salat, Ahmad sengaja memperlambat gerakannya supaya tampak lebih khusyuk di mata orang lain, meskipun hatinya tidak sepenuhnya tertuju kepada Allah.

Hingga pada suatu kesempatan, seorang ustadz menasehatinya bahwa ibadah seharusnya dilandasi niat yang tulus karena Allah semata, bukan demi memperoleh pujian dari manusia.

Sejak saat itu, Ahmad berusaha memperbaiki niatnya agar ibadah yang ia lakukan menjadi lebih ikhlas dan bernilai di sisi Allah.

Itulah penjelasan tentang apa itu sum'ah. Keikhlasan dalam beribadah sangat penting agar amalan benar-benar bernilai di sisi Allah. (IF)

Baca juga: Apa Itu Ahlan Wa Sahlan? Ini Maknanya bagi Umat Islam