Arti Kata Mokel dalam Bahasa Jawa dan Maknanya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti kata mokel merupakan istilah populer di kalangan masyarakat Jawa yang sering muncul saat bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya tanpa alasan yang dibenarkan secara agama.
Dalam percakapan sehari-hari, kata mokel kerap dipakai untuk menggambarkan godaan lapar dan haus yang tidak tertahankan. Fenomena ini juga menjadi bahan candaan sekaligus pengingat agar umat tetap menjaga komitmen berpuasa.
Dengan memahami arti dan konteks penggunaannya, masyarakat dapat lebih bijak menyikapi kebiasaan tersebut serta meningkatkan kesadaran spiritual selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci. Semoga pemahaman ini membantu generasi muda menghargai tradisi bahasa daerah yang sarat makna luhur itu.
Arti Kata Mokel yang Sesungguhnya
Arti kata mokel berasal dari tradisi lisan masyarakat Jawa yang digunakan untuk menyebut fenomena seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tiba.
Dikutip dari laman stekom.ac.id, mokel adalah fenomena membatalkan puasa secara diam-diam, biasanya dilakukan karena tidak kuat menahan lapar dan haus. Kata ini sering dipakai dalam konteks sosial sebagai bentuk sindiran halus maupun candaan antarteman, terutama di kalangan anak muda.
Selain sekadar istilah, mokel juga mencerminkan dinamika budaya masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Secara asal-usul, istilah ini diyakini berkembang dari kebiasaan masyarakat Jawa yang gemar menggunakan bahasa kiasan atau plesetan untuk menggambarkan suatu perilaku.
Dalam praktiknya, orang yang mokel biasanya makan atau minum secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orang lain. Fenomena ini menunjukkan adanya pergulatan antara keinginan pribadi dan kewajiban religius yang harus dijalankan.
Oleh karena itu, kata mokel tidak hanya bermakna tindakan fisik membatalkan puasa, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya pengendalian diri, kejujuran, dan komitmen dalam beribadah.
Di sisi lain, penggunaan istilah ini juga menjadi bagian dari kekayaan bahasa daerah yang memperkaya kosakata bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks budaya Ramadan di Jawa.
Arti kata mokel dalam bahasa Jawa tidak sekadar istilah gaul saat Ramadan, tetapi juga mengandung pelajaran tentang disiplin dan pengendalian diri. Memahami maknanya membantu masyarakat menjaga komitmen ibadah sekaligus melestarikan kekayaan bahasa dan budaya Jawa. (Arif)
Baca juga: Arti No Counter, Kata Gaul yang Viral di Mobile Legends