Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Menghemat Air? Ini Tipsnya Saat Kemarau Panjang

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Cara Menghemat Air. Unsplash.com/alex cherry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Cara Menghemat Air. Unsplash.com/alex cherry

Air adalah sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia setiap harinya. Sehingga masyarakat harus mengetahui bagaimana cara menghemat air, apalagi ketika musim kemarau panjang tiba.

Pada saat musim kemarau panjang tiba, ketersediaan air sering kali menjadi terbatas. Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan air agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Bagaimana Cara Menghemat Air pada Musim Kemarau?

Ilustrasi Bagaimana Cara Menghemat Air. Unsplash.com/Hammam Fuad همَّام

Bagaimana cara menghemat air? Berikut adalah beberapa tips menghemat air terutama saat kemarau panjang, dikutip dari www.pdam.denpasarkota.go.id.

1. Periksa Adanya Kebocoran pada Kloset

Salah satu penyebab pemborosan air yang sering tidak disadari adalah adanya kebocoran pada kloset. Untuk memeriksanya, masyarakat dapat meneteskan sedikit pewarna makanan ke dalam tangki kloset.

Apabila tanpa melakukan penyiraman air berwarna muncul di mangkuk kloset, kemungkinan besar terjadi kebocoran. Sehingga, langkah perbaikan harus segera dilakukan agar air tidak terbuang sia-sia.

2. Jangan Mengisi Bak Mandi Terlalu Penuh

Mengisi bak mandi sampai penuh sering menyebabkan air meluap dan terbuang. Sebaiknya isi bak mandi secukupnya saja. Selain itu, hindari terlalu sering menguras bak mandi. Jagalah kebersihan bak mandi secara rutin agar tidak perlu sering dikuras, sehingga penggunaan air bisa lebih hemat.

3. Gunakan Ember Saat Mencuci Piring dan Pakaian

Saat mencuci piring dan pakaian, sebaiknya jangan langsung menggunakan air yang terus mengalir dari kran. Gunakanlah dua ember yang satu berisi air sabun dan satu lagi untuk membilas. Cara ini efektif untuk lebih menghemat air dibandingkan membilas dengan air yang terus mengalir.

4. Siram Tanaman pada Bagian Akarnya

Saat menyiram tanaman atau rumput, fokuskan penyiraman pada bagian akar. Penyiraman di permukaan tanah membuat air cepat menguap sehingga kurang efektif. Dengan menyiram langsung ke akarnya, tanaman akan menyerap air lebih optimal dan kebutuhan air menjadi lebih sedikit.

5. Segera Perbaiki Kran yang Bocor

Kran yang menetes sering tampak sepele, akan tetapi dampaknya cukup besar. Tetesan kecil dari kran yang rusak dapat membuang sekitar 75 liter air setiap hari. Apabila kebocorannya lebih besar, jumlah air yang terbuang bahkan bisa mencapai ratusan liter. Karena itu, segera perbaiki kran yang bocor supaya air tidak terbuang percuma.

Menghemat air dapat membantu mengurangi tagihan rumah tangga dan berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Saat kemarau panjang, langkah-langkah kecil di atas dapat memberikan dampak yang besar.

Dengan menerapkan bagaimana cara menghemat air di atas sejak sekarang, masyarakat ikut menjaga kelestarian sumber daya air untuk kebutuhan masa depan. Mari gunakan air secara bijak dari sekarang agar air tetap tersedia meskipun musim kemarau panjang datang. (Aya)

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Ekosistem? Ini Definisi dan Fungsinya