Ciri Khas Masjid di Nusantara dan Keberagaman Arsitekturnya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri khas masjid di nusantara terlihat dari keunikan arsitektur yang dipengaruhi budaya lokal, tradisi, dan kondisi geografis di berbagai daerah Indonesia.
Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol perpaduan antara ajaran Islam dan kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini terlihat dari bentuk bangunan yang beragam, penggunaan material alami seperti kayu, serta ornamen khas daerah yang menghiasi bagian dalam maupun luar masjid.
Selain itu, ciri paling menonjol adalah atap bertumpang yang berbeda dengan kubah Timur Tengah. Keberagaman ini mencerminkan proses penyebaran Islam yang damai dan mampu beradaptasi dengan budaya lokal.
Ciri Khas Masjid di Nusantara, Adaptasi Budaya
Dalam jurnal Karakteristik Arsitektur Masjid Kuno dan Perkembangan Islam di Maluku karya Wuri Handoko dijelaskan bahwa ciri khas masjid di Nusantara dapat dilihat dari bentuk arsitekturnya yang memiliki kesamaan di berbagai wilayah. Salah satu ciri utama yang paling menonjol adalah penggunaan atap tumpang atau bersusun.
Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa bentuk atap tumpang atau bersusun merupakan ciri umum pada hampir seluruh bentuk atap masjid di Nusantara. Atap ini biasanya terdiri dari beberapa tingkatan yang semakin mengecil ke atas dan menyerupai bentuk piramida, sehingga menjadi elemen penting dalam struktur bangunan masjid.
Selain itu, atap tumpang juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan tingkatan spiritual dalam ajaran Islam. Ciri lain yang disebutkan adalah penggunaan material lokal yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, seperti kayu untuk struktur utama bangunan dan bahan alami lainnya yang mudah ditemukan di sekitar wilayah tersebut.
Masjid-masjid kuno di Maluku, seperti di Pelauw, Rohomoni, dan Kabauw, menjadi contoh nyata yang masih mempertahankan bentuk asli arsitekturnya hingga saat ini. Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara arsitektur masjid di Jawa dan Maluku.
Hal ini ditegaskan melalui pernyataan bahwa “tidak ada perbedaan antara arsitektur masjid di Jawa dengan di Maluku”, yang menunjukkan adanya kesamaan pola arsitektur sebagai bagian dari tradisi Islam di Indonesia.
Kesamaan tersebut menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Nusantara membawa pengaruh bentuk arsitektur yang seragam, namun tetap mampu beradaptasi dengan budaya lokal.
Ciri khas masjid di Nusantara tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya, tetapi juga pada nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.(Arif)
Baca juga: Masjid Kuno di Indonesia: Daftar, Ciri Arsitektur, dan Keunikan Masjid Terapung