Kata Transitif adalah Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata transitif adalah salah satu unsur penting dalam tata bahasa yang berperan dalam membentuk struktur kalimat agar maknanya lebih jelas dan terarah.
Penggunaannya sering ditemukan dalam berbagai bentuk komunikasi, baik lisan maupun tulisan, karena membantu menyampaikan tindakan yang melibatkan objek secara lebih spesifik.
Kata Transitif adalah Apa dalam Bahasa?
Kalimat atau kata transitif adalah jenis kalimat yang memerlukan objek (O) langsung agar maknanya lengkap dan dapat dipahami.
Dikutip dari Transitif - S1 - Terakreditasi - Universitas, oleh STEKOM Semarang, (2026), dalam situs p2k.stekom.ac.id, kata kerja transitif merupakan jenis verba yang harus disertai objek agar maknanya menjadi lengkap dalam suatu kalimat atau tulisan.
Berbeda dengan verba intransitif yang tidak memerlukan objek, verba transitif memungkinkan untuk diubah ke dalam bentuk kalimat pasif.
Sementara itu, verba intransitif tidak dapat mengalami perubahan ke bentuk pasif karena tidak memiliki objek yang dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif.
Contoh kalimat:
Tami tengah menikmati alunan lagu klasik.
Sejumlah calon legislatif melakukan berbagai persiapan.
Pada kalimat pertama, unsur Tami berfungsi sebagai subjek, frasa tengah menikmati menempati posisi predikat, sedangkan alunan lagu klasik berkedudukan sebagai objek.
Adapun pada kalimat kedua, frasa sejumlah calon legislatif bertindak sebagai subjek, kata melakukan berperan sebagai predikat, dan frasa berbagai persiapan menjadi objek dalam struktur kalimat tersebut.
Dalam sejumlah bahasa yang mengenal kategori atau modus pasif, verba transitif, kata kerja yang pada dasarnya memerlukan objek dapat mengalami perubahan struktur sehingga berfungsi menyerupai verba intransitif.
Perubahan ini terjadi melalui pergeseran sudut pandang dalam kalimat, yaitu dengan memindahkan penekanan dari pelaku tindakan (agens) kepada pihak yang dikenai tindakan (patiens).
Dengan demikian, unsur yang semula berperan sebagai objek dalam konstruksi aktif dapat menempati posisi sebagai subjek dalam konstruksi pasif.
Transformasi tersebut bukan sekadar perubahan bentuk gramatikal, melainkan juga perubahan fokus informasi, karena perhatian utama diarahkan pada hasil atau sasaran tindakan, bukan pada siapa yang melakukan tindakan itu.
Tidak semua bentuk pasif dapat diterapkan secara bebas, karena terdapat ketentuan khusus yang mengatur kesesuaian antara bentuk verba dan jenis subjek yang digunakan.
Itulah penjelasan tentang kata transitif. Penggunaan kata atau kalimat transitif harus tetap mengikuti kaidah tata bahasa yang berlaku agar kalimat tersusun dengan tepat dan benar. (IF)
Baca juga: 1000 Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari