Konten dari Pengguna

Kenapa Banteng Suka Warna Merah? Ini Jawabannya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Kenapa banteng suka warna merah?. Foto: Unsplash/Joey Chacon
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa banteng suka warna merah?. Foto: Unsplash/Joey Chacon

Kenapa banteng suka warna merah? Banyak orang percaya bahwa banteng akan marah ketika melihat warna merah. Anggapan ini muncul dari pertunjukan bullfighting atau adu banteng di Spanyol, di mana seorang matador mengibaskan kain merah di depan banteng.

Ketika banteng langsung menyeruduk, banyak orang mengira warna merahlah yang membuatnya marah. Padahal, anggapan tersebut sebenarnya hanyalah mitos yang sudah lama dipercaya.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa banteng tidak benar-benar bereaksi terhadap warna merah. Reaksi mereka lebih berkaitan dengan gerakan benda di sekitarnya, bukan karena warnanya.

Kenapa Banteng Suka Warna Merah?

Ilustrasi Kenapa banteng suka warna merah?./Paul Kenny McGrath

Kenapa banteng suka warna merah? Menurut penjelasan ilmiah dari laman www.wtamu.edu, banteng sebenarnya tidak dapat melihat warna merah dengan jelas karena penglihatannya berbeda dari manusia.

Banteng termasuk hewan dengan penglihatan dichromat, yaitu hanya memiliki dua jenis sel reseptor warna pada mata. Akibatnya, banteng tidak dapat membedakan warna merah dan kemungkinan melihatnya sebagai warna abu-abu atau kekuningan.

Karena keterbatasan penglihatan tersebut, warna merah pada kain matador sebenarnya tidak berpengaruh pada perilaku banteng. Hal yang membuat banteng menyerang adalah gerakan kain yang dikibaskan dengan cepat.

Banteng sangat peka terhadap gerakan tiba-tiba di sekitarnya, sehingga ketika matador mengayunkan kain, banteng menganggapnya sebagai ancaman atau sesuatu yang harus diserang.

Eksperimen bahkan pernah dilakukan untuk membuktikan hal ini. Dalam percobaan, banteng dihadapkan pada beberapa objek dengan warna berbeda seperti merah, biru, dan putih.

Ketika objek-objek tersebut tidak bergerak, banteng tidak bereaksi. Namun ketika objek digerakkan, banteng langsung menyerang tanpa memedulikan warnanya. Hal ini menunjukkan bahwa gerakanlah yang memicu banteng untuk menyerang, bukan warna merah itu sendiri.

Lalu mengapa matador tetap menggunakan kain merah? Salah satu alasannya adalah tradisi dalam pertunjukan bullfighting. Selain itu, warna merah dipilih karena dapat menyamarkan darah banteng selama pertunjukan sehingga tidak terlalu terlihat oleh penonton.

Kesimpulannya banteng sebenarnya tidak suka atau marah karena warna merah. Mereka bahkan tidak dapat melihat warna tersebut dengan jelas. Banteng menyerang karena terpancing oleh gerakan kain atau benda yang dianggap sebagai ancaman.

Jika dilihat dari penjelasan ilmiah, mitos tentang banteng yang marah pada warna merah hanyalah kesalahpahaman yang muncul dari tradisi pertunjukan adu banteng dan telah dipercaya masyarakat selama bertahun-tahun.(Arif)

Baca juga: Menjaga Kelestarian Lingkungan Merupakan Kewajiban, Bukan Sekadar Pilihan Hidup