Konten dari Pengguna

Lambang Bintang Sila ke Berapa? Ini Dia Jawabannya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lambang Bintang Sila ke Berapa, Foto: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lambang Bintang Sila ke Berapa, Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Lambang bintang sila ke berapa? Pertanyaan yang sering muncul ketika membahas makna simbol-simbol dalam Pancasila, khususnya terkait urutan dan arti setiap lambang pada dasar negara Indonesia tersebut.

Dikutip dari Mengenal Dasar Negara Republik Indonesia, oleh ppkn (2020), dalam situs ppkn.unibabwi.ac.id, Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada Pancasila terdapat beberapa lambang lainnya yang memiliki maknanya masing-masing. Bahkan, pada warna keemasan di burung Garuda pun memiliki makna yaitu melambangkan keagungan dan kejayaan.

Lambang Bintang Sila ke Berapa?

Ilustrasi Lambang Bintang Sila ke Berapa, Foto: Unsplash/Lighten Up

Lambang bintang sila ke berapa? Berdasarkan Mengenal Dasar Negara Republik Indonesia, oleh ppkn (2020), dalam situs ppkn.unibabwi.ac.id, lambang bintang merupakan sila pertama.

Sila pertama dalam Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, direpresentasikan melalui simbol berupa bintang bersudut lima yang terletak di bagian tengah perisai pada lambang negara.

Bintang tersebut digambarkan memancarkan cahaya terang yang menyinari sekelilingnya, dengan latar belakang berwarna hitam.

Penggunaan warna hitam pada latar melambangkan alam semesta atau ruang tak berbatas, sedangkan cahaya yang terpancar dari bintang mencerminkan keberadaan Tuhan sebagai sumber penerang dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.

Bentuk bintang bersudut lima memiliki makna filosofis yang mendalam. Lima sudutnya sering dimaknai sebagai representasi dari lima sila dalam Pancasila yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan.

Bintang bersudut lima tersebut bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Kilauan emasnya mencerminkan keagungan, kemuliaan, dan kesempurnaan sifat Ilahi.

Sementara itu, bentuknya yang memancarkan cahaya ke berbagai arah dapat dimaknai sebagai petunjuk dan tuntunan Tuhan yang menjangkau seluruh umat manusia tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Cahaya tersebut diibaratkan sebagai kekuatan rohani yang membimbing manusia dalam membedakan kebaikan dan keburukan, serta mengarahkan perilaku agar selaras dengan nilai-nilai moral dan etika.

Pancaran cahaya di tengah perisai juga menggambarkan keyakinan bangsa Indonesia terhadap adanya kekuatan Ilahi yang menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dilandasi oleh keyakinan kepada Tuhan.

Artinya, setiap tindakan, kebijakan, dan sikap warga negara seharusnya berakar pada nilai-nilai ketuhanan, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan toleransi

Lambang bintang emas di atas perisai hitam tidak hanya menggambarkan keimanan secara abstrak, tetapi juga mengandung pesan bahwa spiritualitas menjadi fondasi utama dalam membangun karakter individu maupun kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Itulah penjelasan tentang lambang pada sila pertama. Simbol ini menegaskan bahwa nilai ketuhanan menjadi dasar moral, etika, serta spiritual dalam penyelenggaraan kehidupan masyarakat Indonesia. (F)

Baca juga: Kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia