Konten dari Pengguna

Sebutkan Kandungan Surat Al Kafirun Menurut Para Ulama Ahli Tafsir

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sebutkan kandungan surat Al Kafirun. Foto: Masjid MABA / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sebutkan kandungan surat Al Kafirun. Foto: Masjid MABA / Unsplash

Sering membaca surat Al-Kafirun, tetapi belum tentu banyak umat Islam yang dapat sebutkan kandungan surat Al Kafirun. Mereka perlu merujuk kitab-kitab ulama ahli tafsir agar bisa mengetahuinya.

Dalam kitab tafsir para ulama juga banyak disebutkan asbabun nuzul surat Al-Kafirun atau asal mula diturunkannya surat tersebut kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .

Sebutkan Kandungan Surat Al Kafirun yang Perlu Diketahui Umat Islam

Ilustrasi sebutkan kandungan surat Al Kafirun. Foto: Masjid MABA / Unsplash

Jika disuruh sebutkan kandungan surat Al Kafirun, umat Islam bisa merujuk pada kitab tafsir dari ulama ahli tafsir agar tidak salah dalam memaknai isi surat tersebut.

Ulama zaman dahulu yang ahli dalam ilmu tafsir seperti Al Imam Ibnu Katsir, Ibnu Jarir, atau kitab dua Imam Jalaludin. Salah satunya akan dijelaskan dalam tulisan berikut.

Penafsiran Al Imam Ibnu Katsir terhadap surah Al-Kafirun, secara umum berpendapat bahwa surat ini merupakan pernyataan untuk berlepas diri dari perbuatan yang dilakukan orang-orang musyrik.

Dalam buku The Development of Islamic Thought on Multiple Perspectives, Dr. Abdul Gaffar, M.Pd.I, dkk, (2020:886), Imam Ibnu Katsir memaparkan bahwa surah Al-Kafirun melarang kita untuk saling mencampuradukkan ajaran agama.

Dalam kitab Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari no.10/8813 juga dijelaskan suatu ketika, kaum kafir Quraisy berjanji memberikan harta dan kekuasaan kepada Nabi Muhammad.

Namun perjanjian itu harus dengan syarat yakni Beliau harus berhenti menyebarkan ajaran tauhid dan mengkritik praktik kesyirikan. Akan tetapi, Nabi menolak tawaran tersebut dan turunlah surat Al Kafirun.

Dari kejadian itu dapat disimpulkan bahwa seorang muslim perlu memiliki idealisme dan integritas yang kuat terhadap agama dan keyakinannya.

Panduan Bertoleransi dalam Surat Al Kafirun

Ilustrasi sebutkan kandungan surat Al Kafirun. Foto: Masjid MABA / Unsplash

Surat Al Kafirun menjadi panduan bagi umat jika tidak boleh bertoleransi masalah akidah. Namun dalam hubungan bermasyarakat Al-Qur'an sangat menganjurkan agar umat Islam bertoleransi.

Menjalin hubungan tidak hanya dengan sesama muslim melainkan juga dengan warga masyarakat yang non muslim. Namun toleransi tersebut bukan dalam hal akidah.

Setelah umat muslim dapat sebutkan kandungan surat Al Kafirun, tentunya agar semakin sempurna keimanannya hendaknya bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (NOV)

Baca juga: Contoh Kiamat Kubra Menurut Ajaran Islam dan Penjelasannya