Konten dari Pengguna

Siapa Penemu Telepon? Ini Sosok Jenius di Balik Alat Komunikasi Dunia

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siapa Penemu Telepon, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siapa Penemu Telepon, Foto:Unsplash/Getty Images

Siapa penemu telepon? Pertanyaan ini muncul ketika kita membicarakan salah satu alat komunikasi paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Telepon telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, memungkinkan orang untuk saling terhubung meskipun berada di tempat yang sangat jauh.

Sebelum adanya telepon, komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan melalui surat yang memerlukan waktu lama untuk sampai ke tujuan.

Siapa Penemu Telepon?

Ilustrasi Siapa Penemu Telepon, Foto:Unsplash/Tasha Kostyuk

Siapa penemu telepon? Dikutip dari laman pmb.itats.ac.id, mengungkapkan bahwa nama yang paling sering disebut dalam sejarah adalah Alexander Graham Bell karena ia tercatat sebagai pemegang hak paten resmi atas telepon pada tahun 1876.

Namun, perjalanan penemuan alat komunikasi ini sebenarnya tidak sesederhana itu. Dalam catatan sejarah, terdapat perdebatan panjang yang melibatkan beberapa ilmuwan lain, terutama Antonio Meucci dan Elisha Gray.

Ketiga tokoh tersebut memiliki gagasan dan eksperimen yang berkaitan dengan teknologi pengiriman suara melalui kabel.

Oleh karena itu, meskipun Bell dikenal luas sebagai pemilik paten telepon, kontribusi ilmuwan lain juga tidak dapat diabaikan dalam perkembangan teknologi komunikasi tersebut.

Antonio Meucci merupakan ilmuwan asal Italia yang lebih dahulu melakukan percobaan mengenai alat komunikasi suara.

Sekitar tahun 1857, ia mengembangkan sebuah perangkat yang mampu menghubungkan ruang kerjanya di ruang bawah tanah dengan kamar istrinya yang sedang sakit. Alat tersebut dinamakan teletrofono.

Pada tahun 1860, Meucci bahkan telah memperkenalkan temuannya kepada masyarakat di New York. Ia juga mencatat desain dan cara kerja alat itu dalam buku catatan yang dikenal sebagai Buku Memorandum Meucci.

Dalam catatan tersebut dijelaskan bahwa alat tersebut menggunakan kawat dan besi magnet untuk menghantarkan getaran suara yang diubah menjadi sinyal listrik, kemudian diterjemahkan kembali menjadi suara di ujung penerima.

Pada tahun 1871, Meucci mencoba mengajukan hak paten atas temuannya di Kantor Paten Amerika Serikat. Namun, biaya pengajuan paten yang cukup besar membuatnya tidak mampu menyelesaikan proses tersebut.

Sebagai alternatif, ia hanya mengajukan caveat, yaitu pemberitahuan resmi bahwa penemuan sedang dikembangkan. Sayangnya, caveat tersebut harus diperbarui setiap tahun dan pada tahun 1874 ia tidak mampu lagi membayar biaya perpanjangannya.

Sementara itu, pada tahun 1876 Alexander Graham Bell mengajukan permohonan paten atas alat telepon buatannya. Pada hari yang sama, Elisha Gray juga mengajukan caveat atas teknologi yang serupa.

Karena pengajuan Bell tercatat lebih dahulu di Kantor Paten Amerika Serikat, ia akhirnya memperoleh hak paten telepon dengan nomor US Patent 174.465 pada 7 Maret 1876.

Peristiwa tersebut memicu berbagai sengketa hukum. Gray dan Meucci sama-sama menilai bahwa konsep telepon yang dipatenkan Bell memiliki kemiripan dengan penelitian mereka.

Meskipun sempat terjadi proses pengadilan dan perdebatan panjang, hak paten telepon tetap berada di tangan Alexander Graham Bell.

Beberapa dekade kemudian, peran Antonio Meucci kembali mendapat perhatian.

Pada tahun 2002, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengeluarkan House Resolution 269 yang menyatakan bahwa kehidupan dan karya Antonio Meucci perlu diakui, termasuk kontribusinya dalam penemuan telepon.

Keputusan tersebut menegaskan bahwa perkembangan telepon merupakan hasil dari upaya beberapa ilmuwan yang saling berkaitan dalam sejarah teknologi komunikasi.(KIKI)

Baca juga: ‎Apa yang Dimaksud Fax? Ini Penjelasannya