Konten dari Pengguna

Tarqiq Menurut Istilah Artinya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tarqiq menurut istilah artinya apa?. Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tarqiq menurut istilah artinya apa?. Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani

Tarqiq menurut istilah artinya apa? Dalam pembahasan ilmu tajwid, istilah ini sering muncul ketika mempelajari cara membaca huruf hijaiyah dengan benar dan sesuai kaidah.

Tarqiq berkaitan erat dengan keindahan pelafalan dalam membaca Al-Qur’an, terutama dalam membedakan bunyi huruf yang tipis dan tebal. Pemahaman mengenai konsep ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih.

Dengan mengenali aturan tarqiq sejak awal, pembaca dapat menghindari kesalahan pengucapan yang dapat memengaruhi makna serta keindahan bacaan.

Tarqiq Menurut Istilah Artinya Melafalkan Huruf dengan Suara Tipis

Ilustrasi Tarqiq menurut istilah artinya apa?. Foto: Unsplash/Abdullah Arif

Tarqiq menurut istilah artinya adalah cara melafalkan huruf dengan suara tipis, ringan, serta tidak memenuhi rongga mulut. Dikutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Tajwid, Marzuki (2021, hlm. 107), tarqiq merupakan kebalikan dari tafkhim, yaitu bacaan yang ditebalkan.

Dalam praktiknya, tarqiq sangat berkaitan dengan kondisi huruf dan harakat yang menyertainya. Huruf Ra’ misalnya, dibaca tipis apabila berharakat kasrah atau ketika didahului oleh huruf berharakat kasrah, baik dalam satu kata maupun terpisah.

Selain itu, Ra’ juga dapat dibaca tarqiq jika berada dalam keadaan sukun dan didahului oleh kasrah asli, bukan kasrah yang datang karena sebab tertentu seperti waqaf.

Tidak hanya Ra’, huruf Lam dalam lafaz jalalah juga memiliki aturan tarqiq, yaitu ketika didahului oleh harakat kasrah, maka pengucapannya harus ringan dan tidak ditebalkan.

Ciri utama bacaan tarqiq adalah suara yang keluar tanpa tekanan berlebih, sehingga tidak memenuhi rongga mulut dan tidak menghasilkan gema yang kuat.

Hal ini berbeda dengan tafkhim yang justru mengharuskan suara terdengar penuh dan berat. Oleh karena itu, memahami perbedaan ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.

Kesalahan dalam penerapan tarqiq dapat menyebabkan perubahan kualitas bacaan, bahkan dalam beberapa kondisi dapat memengaruhi makna. Maka dari itu, latihan yang rutin serta pemahaman teori yang baik sangat diperlukan untuk menguasai tarqiq secara benar.

Dengan memahami tarqiq secara tepat, bacaan Al-Quran akan terdengar lebih indah dan sesuai kaidah tajwid. Hal ini juga membantu meningkatkan kefasihan serta menjaga keaslian pelafalan sebagaimana yang diajarkan dalam ilmu tajwid. (Arif)

Baca juga: Bacaan Latin Sholawat Tarhim dan Artinya yang Bisa Diamalkan