Konten dari Pengguna

Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa? Ini Contohnya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa, Foto: Unsplash/Patrick Tomasso
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa, Foto: Unsplash/Patrick Tomasso

Ulasan mengenai sebuah buku disebut apa? Pertanyaan ini muncul ketika seseorang ingin mengetahui istilah yang tepat untuk menyebut penilaian, tanggapan, atau pembahasan terhadap isi sebuah buku.

Dalam praktiknya, kegiatan memberikan penilaian terhadap buku tidak sekadar menceritakan kembali isi cerita atau merangkum setiap babnya. Ada unsur analisis, pertimbangan kualitas, hingga penyampaian pendapat yang disertai alasan logis.

Tulisan semacam ini biasanya disusun secara sistematis agar pembaca lain memperoleh gambaran yang jelas, baik mengenai isi, gaya bahasa, maupun keunggulan dan kelemahan buku tersebut.

Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa?

Ilustrasi Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa, Foto: Unsplash/Sincerely Media

Ulasan mengenai sebuah buku disebut apa? Dalam dunia literasi, ulasan mengenai suatu buku umumnya dikenal dengan istilah resensi.

Dikutip dari Pengertian Resensi, Struktur, Tujuan, Jenis-jenis, Syarat Penyusunan dan Contohnya, oleh LSPR News Online (2024), situs lspr.ac.id, istilah resensi berakar dari bahasa Belanda, yaitu Resencie, serta memiliki padanan dalam bahasa Latin, yaitu Resensio, yang bermakna meninjau atau menilai kembali suatu karya.

Dengan demikian, resensi dapat dimaknai sebagai kegiatan memberikan penilaian atau telaah terhadap suatu karya, baik berbentuk tulisan, karya visual dua dimensi, maupun karya audio-visual.

Proses peresensian dilakukan berdasarkan sudut pandang pribadi penikmat karya tersebut, sehingga memuat unsur subjektivitas yang tetap disertai pertimbangan rasional.

Dalam menyusun resensi, penulis tidak sekadar memaparkan isi karya, tetapi juga menguji tingkat kesungguhan serta landasan keilmuan yang melatarbelakanginya.

Aspek kesungguhan berkaitan dengan nilai, makna, dan pesan yang terkandung dalam karya, sedangkan aspek keilmiahan menyangkut konsistensi penerapan prinsip, metode, atau kaidah penciptaan yang digunakan oleh pembuat karya.

Adapun individu yang menyusun resensi disebut sebagai resensator. Seorang resensator berupaya mengemukakan berbagai keunggulan karya.

Tak hanya itu, resonator juga menggali nilai-nilai yang tersirat maupun tersurat, serta menjelaskan relevansi dan kontribusi karya tersebut dalam konteks kehidupan atau perkembangan bidang tertentu.

Di sisi lain, penulis resensi turut mengemukakan berbagai keterbatasan atau kekurangan yang terdapat dalam suatu karya, mengingat hakikat resensi adalah memberikan paparan yang menyeluruh, tepat, dan tidak memihak mengenai karya yang dibahas.

Contoh Resensi

Ilustrasi Ulasan Mengenai Sebuah Buku Disebut Apa, Foto: Unsplash/Susan Q Yin

Berikut adalah contoh beberapa poin yang biasanya ada pada isi dari resensi.

1. Judul Buku

Keterampilan Dasar dan Lanjutan dalam Bermain Gitar

2. Keterangan Buku

  • Nama Buku: Keterampilan dan Teknik Bermain Gitar

  • Pengarang: Famoya

  • Penerbit: Terbit Terang

  • Lokasi Penerbitan: Bandung

  • Tahun Publikasi: 1999

  • Total Halaman: 80 hlm.

3. Pendahuluan

Gitar termasuk salah satu instrumen musik yang paling banyak diminati oleh berbagai kalangan. Orang yang memainkan alat musik ini dikenal dengan sebutan gitaris.

Ketertarikan untuk menjadi gitaris biasanya tumbuh secara alami, didorong oleh dorongan batin serta keinginan untuk mengekspresikan kreativitas tanpa batas melalui alunan nada yang dihasilkan.

4. Isi Resensi

Buku ini membahas secara rinci mengenai cara dan teknik memainkan gitar dengan baik dan benar. Gitar sebagai instrumen berdawai mampu menghasilkan harmoni yang indah ketika senarnya dipetik dengan teknik yang tepat.

Kualitas bunyi yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh bentuk serta konstruksi gitar itu sendiri. Dalam praktiknya, bermain gitar tidak cukup hanya memahami teori tangga nada mayor dan minor.

Seorang pemain juga perlu mengandalkan kepekaan rasa, penghayatan, serta kemampuan mengatur tekanan dan posisi jari pada senar agar tercipta permainan yang selaras dan enak didengar.

5. Keunggulan Buku

Salah satu kelebihan buku ini adalah penyajiannya yang mudah dipahami dan dapat digunakan oleh berbagai kelompok usia.

Materi yang disampaikan tidak terbatas untuk kalangan tertentu saja, sehingga baik pemula maupun yang sudah memiliki dasar bermain gitar tetap dapat memanfaatkan isi buku ini sebagai panduan belajar.

6. Kekurangan Buku

Buku ini secara keseluruhan tidak menunjukkan kelemahan yang berarti, baik dari segi isi, penyajian materi, maupun sistematika pembahasannya.

Setiap bagian disusun dengan runtut dan mudah dipahami, sehingga tidak ditemukan kekurangan yang menonjol dalam buku tersebut.

7. Penutup

Teknik Bermain Gitar merupakan bacaan yang informatif sekaligus menarik untuk dipelajari. Salah satu bagian yang paling berkesan terdapat pada pembahasan mengenai struktur gitar dan pengenalan kunci nada.

Pada bagian tersebut dijelaskan bahwa seseorang dapat mengenali serta membedakan karakter suatu nada hanya melalui pendengaran, tanpa harus melihat langsung posisi atau simbol nadanya.

Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kepekaan musikal dan melatih kemampuan pendengaran dalam bermain gitar.

Demikianlah penjelasan tentang ulasan mengenai sebuah buku yang disebut resensi. Melalui resensi, pembaca dapat mempertimbangkan apakah buku tersebut layak untuk dibaca atau dijadikan referensi. (IF)

Baca juga: 21 Buku untuk Literasi Anak agar Mampu Berpikir Kritis