Konten dari Pengguna

KKN 008 UMY Dorong UMKM Padukuhan Sidakan Beralih ke Pemasaran Digital

Rendy Fauzan Abdullah

Rendy Fauzan Abdullah

Saya Rendy Fauzan Abdullah, Mahasiswa aktif program studi Manajemen di Universitas Muhammadiyah. Saya memiliki kepribadian yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kemampuan bekerja secara mandiri maupun dalam tim. Saya terbiasa beradaptasi den

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rendy Fauzan Abdullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kulon Progo, 7 Februari 2026 — Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat di Padukuhan Sidakan, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Trisik, padukuhan ini memiliki beragam produk lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.

Dokumentasi Kelompok KKN 008 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama pemateri kegiatan UMKM Go Digital di Padukuhan Sidakan - Sumber: DokumentasiKonten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "UMKM Go Digital: Upaya KKN 008 Padukuhan Sidakan dalam Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Media Sosial.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Kelompok KKN 008 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama pemateri kegiatan UMKM Go Digital di Padukuhan Sidakan - Sumber: DokumentasiKonten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "UMKM Go Digital: Upaya KKN 008 Padukuhan Sidakan dalam Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Media Sosial.

UMKM di Padukuhan Sidakan didominasi oleh sektor olahan pangan, mulai dari olahan belut dan wader, jamu tradisional, jamur krispi, lempeng beras, brownies lumer, hingga tempe kedelai. Keberagaman produk tersebut menunjukkan besarnya peluang Sidakan untuk tumbuh sebagai sentra UMKM berbasis industri rumahan. Meski demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimaksimalkan karena masih adanya keterbatasan dalam strategi pemasaran.

Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 008 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan sistem penjualan konvensional. Akibatnya, jangkauan pasar produk cenderung terbatas pada lingkungan sekitar. Kondisi ini semakin menantang karena mayoritas pelaku UMKM merupakan kelompok usia lanjut yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Merespons kondisi tersebut, Kelompok KKN 008 UMY menginisiasi kegiatan bertajuk UMKM Go Digital: Upaya KKN 008 Padukuhan Sidakan dalam Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Media Sosial. Program ini dirancang sebagai langkah awal untuk memperkenalkan pemasaran digital melalui media sosial serta pemanfaatan platform e-commerce atau marketplace kepada para pelaku UMKM.

Kegiatan ini menghadirkan Gilang Abiwijaya, S.E., seorang praktisi UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif, khususnya fotografi. Dalam sesi pemaparan, Gilang menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku usaha dalam menghadapi persaingan pasar. Ia menyampaikan bahwa, “mengandalkan cara berjualan konvensional saja sudah tidak cukup, pelaku UMKM perlu melakukan upgrade agar mampu bertahan dan berkembang.” Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah penjualan sangat bergantung pada jumlah calon konsumen atau lead yang berhasil dijangkau.

Materi pelatihan mencakup pengenalan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan akun bisnis, penyusunan konten yang menarik, serta pemanfaatan marketplace dan e-commerce. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep Total Available Market (TAM), Serviceable Available Market (SAM), dan Serviceable Obtainable Market (SOM) guna membantu pelaku UMKM memahami potensi pasar dan menentukan target penjualan secara lebih terarah.

Selain pemaparan dari pemateri, Rendy Fauzan selaku perwakilan Kelompok KKN 008 UMY turut menyoroti pentingnya pembangunan merek dalam proses digitalisasi UMKM. Menurutnya, transformasi digital perlu diawali dengan penguatan identitas usaha. Ia menyampaikan bahwa UMKM harus segera beradaptasi dengan perkembangan digital dengan memulai proses membangun merek, mengingat branding membutuhkan waktu dan konsistensi.

Program UMKM Go Digital diikuti oleh sekitar setengah dari total pelaku UMKM yang ada di Padukuhan Sidakan. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya minat dan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya peningkatan kapasitas pemasaran di era digital. Antusiasme peserta juga terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini, UMKM Padukuhan Sidakan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital.