Konten dari Pengguna

Ada "Racun" di Balik Camilan Khas Tegal Ini, Berani Mencobanya?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari An-nissa Fatkhurisqi Budianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan Khas Tegal Keong Racun (sumber : An-nissa Fatkhurisqi Budianti)
zoom-in-whitePerbesar
Makanan Khas Tegal Keong Racun (sumber : An-nissa Fatkhurisqi Budianti)

Jangan tertipu oleh tampilannya yang kecil dan sederhana. “Keong Racun” camilan berbentuk kerucut khas Tegal menyimpan kejutan rasa pedas di dalamnya yang pasti akan memancing rasa penasaran siapa saja.

Jangan kaget saat mendengar namanya. Kata "racun" pada ”Keong Racun” sebenarnya tidak berbahaya, sebutan ini justru merujuk pada sensasi rasa mengejutkan yang tersembunyi di dalam camilan khas Tegal ini. sekilas tampilannya tampak sederhana, namun sekali gigit, Anda akan merasakan sensasi pedas yang tak terduga.

"Keong Racun" memiliki bentuk kerucut yang menyerupai cangkang siput. Camilan ini dibuat menggunakan kulit lumpia yang dibentuk meruncing, lalu diisi dengan campuran daging ikan olahan, parutan wortel, tepung tapioka, dan tepung terigu sebelum digoreng hingga renyah. Di bagian tengahnya terdapat cabai rawit yang menjadi sumber "racun" sekaligus daya tarik utama camilan ini.

Perpaduan antara kulit yang renyah, isian yang gurih, dan sensasi pedas yang menyengat dari cabai rawit memberikan pengalaman bersantap yang unik saat menikmati ”Keong Racun.” Namanya yang khas memancing rasa penasaran, bahkan sebelum seseorang menemukan "kejutan" pedas yang menanti di dalamnya. Jadi, apakah Anda cukup berani untuk mencobanya?

"Keong Racun" dapat ditemukan sebagai camilan yang dijual oleh para pedagang makanan di Tegal. Bentuknya yang khas membuatnya mudah dikenali. Saat baru digoreng, bagian luarnya tampak berwarna cokelat keemasan dan renyah, sementara aroma gurih dari isian ikannya menjadikannya semakin menggugah selera.

Daya tarik “Keong Racun” tidak hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada kejutan rasa saat disantap. Gigitan pertama menghadirkan tekstur renyah yang berpadu dengan isian gurih. Kemudian, sensasi pedas dari cabai rawit di bagian tengah mulai terasa, menciptakan pengalaman unik bagi penikmatnya.

Kehadiran cabai rawit dalam camilan inilah yang membuat nama "Keong Racun" terasa begitu pas. Istilah tersebut menjadi cara unik untuk menggambarkan sensasi pedas tersembunyi yang baru terasa pada gigitan pertama—bukan racun sungguhan, melainkan sebuah "jebakan" rasa yang memancing rasa penasaran.

Selain menawarkan profil rasa yang unik, Keong Racun menunjukkan kreativitas dengan mengubah bahan-bahan sederhana menjadi camilan yang menggugah selera. Kulit lumpia, bahan olahan ikan, sayuran, dan cabai dipadukan untuk menciptakan kudapan dengan bentuk serta karakter rasa yang khas.

Bagi pencinta makanan pedas, “Keong Racun” adalah camilan yang patut dicoba saat berkunjung ke Tegal. Ukurannya mungkin kecil, namun sensasi pedas yang tersembunyi di dalamnya memberikan kejutan yang tak terlupakan. Beranikah Anda mencicipinya dan menemukan "racun" di balik kerenyahannya?