Konten dari Pengguna

Perceraian dan Pengaruhnya Terhadap Mental Anak

Salma Oktaviani
Nama saya Salma Dwi Oktaviani, profesi saya sebagai mahasiswa di Universitas Pamulang
27 Februari 2025 16:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Salma Oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi perceraian. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perceraian. Sumber: pixabay.com
ADVERTISEMENT
Pernikahan adalah suatu ikatan suci antra laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang saling membahagiakan satu sama lain. Tetapi, banyak sekali manusia yang menyepelekan perihal pernikahan. Sehingga menimbulkan pertikaian dalam rumah tangga dan berujung pada perceraian atau kandasnya hubungan mereka berdua.
ADVERTISEMENT
Perceraian sebenarnya tidak dibenarkan oleh agama dan perceraian bukan jalan terbaik. Karena selain mempunyai dampak besar bagi sekitar termasuk pada psikis anak juga tidak membuat masalah selesai. Justru dengan bercerai, permasalahan akan bertambah rumit dan berat.
Perceraian atau kandasnya hubungan orang tua sangat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Hal ini dikarenakan memiliki dampak yang sangat negatif bagi pertumbuhan anak. Kandasnya hubungan orang tua akan banyak mempengaruhi setiap perkembangannya.
Kondisi mental anak akan menjadi lemah sehingga menjadi sensitif dan juga memiliki rasa emosional yang sulit terkontrol. Dari lemahnya kondisi mental tersebut, dapat melahirkan kondisi atau aksi negatif lainnya. Anak yang memiliki keluarga seperti ini pasti haus akan kasih sayang dan selalu takut akan kesendirian.
ADVERTISEMENT
Kondisi anak yang berada pada posisi ini biasanya rentan akan trauma, punya rasa takut yang berlebihan, khawatir dan gelisah setiap harinya. Sehingga terperangkap pada rasa sedih yang berkepanjangan sehingga membuat jiwa sang anak menjadi lemah dan terganggu psikisnya. Dalam kondisi ini, seorang anak akan menjadi lebih pendiam dan takut melakukan apapun.
Ilustrasi Kesedihan Anak. Sumber: freepik.com
Jika anak tidak lagi mendapatkan kasih sayang, pada kemudian hari akan menimbulkan perilaku dan kecenderungan untuk melakukan hal yang negatif. Hal ini terjadi karena anak tersebut telah merasa hilang arah dan mencari obat untuk menghilaukan kerisauan batinnya.
Banyak anak yang melampiaskan kerisauan batinnya melalui hal-hal yang negatif seperti merokok, minum-minuman keras, narkoba. Bahkan ada juga yang sampai melukai diri sendiri, seperti menyayat tangan dan semacamnya. Mereka yang melakukan hal itu biasanya akan merasa puas dan lega.
ADVERTISEMENT
Begitu besar pengaruh perceraian terhadap kondisi psikologis anak. maka dari itu, sebagai orang tua harus memberikan kasih sayang dengan tepat kepada anaknya, salah satunya dengan menjaga hubungan satu sama lain. Hal ini akan menghindari anak dari perilaku negatif.