269 Siswa Diduga Keracunan MBG: Satgas MBG Pati Minta Maaf, Bakal Investigasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa keracunan MBG di Pati mendapat perawatan di sekolah. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Siswa keracunan MBG di Pati mendapat perawatan di sekolah. Foto: Istimewa

Sebanyak 269 siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Pati, mengatakan kasus keracunan ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Chandra meminta maaf kepada orang tua siswa atas insiden ini. Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori KLB.

"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," ucap Chandra dalam rilisnya, (10/9/2026).

Dia pun memastikan seluruh penanganan hingga perawatan ratusan korban dari tiga sekolah tersebut ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Siswa keracunan MBG di Pati dievakuasi ke rumah sakit. Foto: Istimewa

Chandra menjelaskan, penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah serta SPPG/Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.

Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dengan perawat, dengan Direktur rumah sakit dan bahkan, menurut Chandra, Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk datang langsung ke rumah-rumah siswa yang menjadi korban.

"Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi," ucapnya.

Diketahui, saat ini SPPG Gembong 1 yang mengelola MBG itu ditutup sementara waktu. Pemkab Pati juga telah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Hasil laboratorium diprediksi akan keluar dalam satu hingga dua pekan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati pukul 13.00 WIB, Kamis (10/9) ada 269 siswa dari tiga sekolah yang diduga mengalami keracunan. Ketiga sekolah tersebut yakni SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum.

Saat ini, dari 269 korban tersebut, 210 korban menjalani rawat jalan dan 59 korban menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati sebanyak 24 korban, RS Mitra Bangsa 13 korban, RS KSH 20 korban, dan Fastabiq Sehat 2 korban.