DPO Debt Collector yang Bacok Petugas Valet di Surabaya Menyerahkan Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Debt collector pelaku pembacokan petugas valet Laurens Lekatompessy alias Pace (ketiga kiri) menyerahkan diri di Polrestabes Surabaya, Sabtu (9/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Debt collector pelaku pembacokan petugas valet Laurens Lekatompessy alias Pace (ketiga kiri) menyerahkan diri di Polrestabes Surabaya, Sabtu (9/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Debt collector pelaku pembacokan petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu (25/7) dini hari, menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya. Sebelumnya, pelaku lain berinisial SL (36) menyerahkan diri terlebih dahulu pada Minggu (26/7).

Pelaku yang menyerahkan diri kali ini bernama Laurens Lekatompessy alias Pace. Ia menyerahkan diri pada Minggu (9/8) dan sempat menjadi buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.

"Iya (menyerahkan diri), hari Minggu malam," Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP I Made Sutanaya saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.

"Masih pemeriksaan," ucapnya.

Kasus Pembacokan

Sebelumnya, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan, peristiwa bermula saat SL mengetahui sebuah mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT bernomor polisi W 1508 AW berada di area parkir tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 03.15 WIB.

SL berniat menarik kendaraan tersebut karena menunggak angsuran di salah satu bank swasta.

"Tersangka mengajak teman tersangka, saudara P, saudara J, dan saudara M, kemudian menanyakan pada sekuriti yang kemudian dijawab mobil tersebut dibawa oleh seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan tim DJ H.C.I," kata Hadi.

SL kemudian menyampaikan bahwa kendaraan tersebut memiliki tunggakan angsuran. Namun, pihak yang menguasai mobil menolak menyerahkannya sehingga terjadi adu mulut.

"Sehingga terjadi cekcok mulut dan selanjutnya empat orang tukang parkir mendekati tersangka dan cekcok mulut berubah menjadi saling pukul antara tersangka dan tukang parkir," ujar Hadi.

Merasa kalah jumlah, SL bersama rekan-rekannya mundur. Saat itu, SL sempat merekam perkelahian dan mengirimkan rekaman tersebut kepada rekan-rekannya.

Sekitar 20 menit kemudian, sejumlah rekan SL datang ke lokasi. Mereka berusaha masuk ke tempat hiburan malam, tetapi dihalangi petugas keamanan.

"Karena dilarang, tersangka dan teman-temannya menyisir area parkir. Teman tersangka kemudian menemukan orang yang bersembunyi di dalam TGC dan memastikan bahwa yang bersembunyi adalah orang yang dicari oleh tersangka," kata Hadi.

Setelah itu, SL dan rekannya mengambil parang yang telah disiapkan di bagasi mobil. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang petugas valet hingga mengalami luka parah sebelum para pelaku melarikan diri.

Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka, yakni dua petugas valet dan seorang dari pihak pelaku. Korban dari pihak pelaku terluka akibat terkena senjata tajam yang dibawa SL.

"Untuk sajam selesai kejadian dibuang, begitu juga baju kaus warna merah yang dikenakan tersangka dibuang di Sungai Gunungsari," ujar Hadi.

Pasca-insiden tersebut, massa sempat menggeruduk markas debt collector di Jalan Teuku Umar pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari. Namun, aksi itu berhasil dicegah oleh personel Polrestabes Surabaya.