Syukuran Suporter Persib di Banten Diserang: 2 Orang Luka, Balita Terinjak
·waktu baca 2 menit

Video aksi penyerangan oknum suporter bola terhadap para suporter Persib yang tengah melakukan syukuran di sebuah rumah di Kabupaten Serang, Banten, viral di media sosial.
Dalam video, terlihat sejumlah orang yang mengenakan kaus bertuliskan suporter klub sepak bola dengan membawa kayu dan balok mencoba merangsek dan menyerang para pendukung Persib yang ada di dalam rumah tersebut.
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Minggu malam (7/6). Penyerangan itu melukai dua suporter Persib dan mengakibatkan korban dari pihak warga sipil, termasuk balita berusia 2 tahun yang dilaporkan terinjak-injak saat kericuhan berlangsung.
Ketua Viking Serang Banten Ogi Pratama, saksi sekaligus korban, Ogi Pratama menuturkan, saat itu dirinya tengah bersilaturahmi ke rumah anggota suporter untuk melakukan syukuran atas keberhasilan Persib menjuarai Liga Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Namun, lanjut Ogi, ketika momen berdoa menjelang bancakan (makan bersama), tiba-tiba sekitar pukul 12 malam, ada rombongan oknum suporter lain sebanyak 20 motor datang dan melakukan provokasi dengan mencoba mencopot bendera yang terpasang di depan rumah.
"Itu ada ketuanya juga inisial R," kata Ogi kepada wartawan, Selasa (9/6).
Sejumlah anggota suporter Persib mengalami luka-luka. Bahkan, anak Ogi yang masih berusia 2 tahun sempat terinjak-injak akibat kericuhan yang terjadi.
"Korbannya 2 orang, sobek di bibir sama memar di pelipis. Sama istri dan anak saya yang berusia 2 tahun itu pas kejadian jatuh terus keinjek. Sama yang umur 7 tahun kena mental, nangis terus karena syok ada penyerangan itu," ungkapnya.
"Jadi anak saya jatuh langsung dipeluk korban, darahnya jatuh ke anak saya," sambung Ogi.
Dikatakan Ogi, pihaknya langsung melakukan visum terhadap korban luka ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk selanjutnya melaporkan aksi penyerangan ke pihak kepolisian.
"Langsung visum, dan sudah membuat laporan juga," kata Ogi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi kekerasan oknum suporter tersebut.
"Sudah lapor ke Polda Banten, kami lakukan penyelidikan dan mencari yang melakukan pemukulan," kata Maruli.
Maruli mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusivitas dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum, terutama melakukan aksi kekerasan yang masuk ke dalam ranah pidana.
"Kita sampaikan kepada masyarakat untuk menjaga diri, tidak boleh ada penganiayaan, pemukulan dan perbuatan yang mencederai perasaan orang lain," tandas Maruli.
