WHO Ganti Nama Cacar Monyet Jadi MPOX, Akankah Jadi Pandemi Setelah COVID-19?

Mahasiswa jurusan ilmu keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
7 Desember 2022 10:30
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Salsabila Rahmadisa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
 https://unsplash.com/s/photos/monkeypox
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/s/photos/monkeypox
ADVERTISEMENT
Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya usai, kini dunia kembali dibuat was-was dengan mewabahnya penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox yang oleh World Health Organization (WHO) telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.
ADVERTISEMENT
Untuk menghindari rasisme, monkeypox resmi berganti nama. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO secara resmi mengubah nama penyakit tersebut, hal tersebut untuk menghindari stigmatisasi dari sudut pandang orang-orang di seluruh dunia bahwa monyet merupakan penyebab utama virus ini. WHO menyatakan bahwa penyakit itu akan dikenal sebagai "mpox".
Sejak pertama kali ditemukan kembali di Inggris pada 6 Mei 2022, penyebaran mpox di dunia terus meluas. Hingga 27 Juli, 17.156 orang di 75 negara dipastikan terinfeksi mpox, di mana 69 di antaranya bukan negara endemik monkeypox.
Kini kasus pertama di Indonesia pun telah ditemukan pada September lalu. Hal ini tentu saja membuat para pemangku kebijakan kesehatan menjadi waspada, begitu pun masyarakat umum yang mulai banyak bertanya-tanya tentang penyakit ini. Lalu apa sebenarnya cacar monyet atau monkeypox yang secara internasional sekarang disebut dengan mpox ini?
ADVERTISEMENT
Apa saja penyebab dan bagaimana cara penularan penyakit Cacar Monyet?
Perlu diketahui kasus penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark. Pada saat itu terjadi wabah penyakit mirip cacar pada koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Hal tersebut yang mendasari penyakit ini disebut cacar monyet atau monkeypox.
Sementara itu, cacar monyet tercatat menginfeksi manusia pertama kali pada tahun 1970 di Kongo dan beberapa negara Afrika Tengah dan Barat. Cacar monyet adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) dari genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Cacar monyet merupakan jenis penyakit Zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun manusia ke hewan.
ADVERTISEMENT
Ketika seseorang bersentuhan dengan virus cacar monyet dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus, mereka berisiko tertular penyakit tersebut. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu ke janin. Virus cacar monyet dapat berpindah dari hewan yang terinfeksi ke manusia melalui gigitan atau cakaran, atau dengan mengkonsumsi produk yang berasal dari hewan yang terinfeksi.
Cacar monyet juga ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penyakit ini juga bisa menular melalui droplet pernapasan saat kontak lama dengan penderita. Selain itu, cacar monyet juga dapat ditularkan melalui kontak dengan bahan atau benda yang terkontaminasi seperti kain atau alat makan.
ADVERTISEMENT
Gejala dan tanda penderita Cacar Monyet
https://www.istockphoto.com/id/foto/punggung-jantan-terkena-ruam-melepuh-karena-monkeypox-atau-infeksi-virus-lainnya-gm1401137306-454484194?phrase=cacar%20monyet
zoom-in-whitePerbesar
https://www.istockphoto.com/id/foto/punggung-jantan-terkena-ruam-melepuh-karena-monkeypox-atau-infeksi-virus-lainnya-gm1401137306-454484194?phrase=cacar%20monyet
Masa inkubasi (interval antara infeksi dan munculnya gejala) cacar monyet biasanya berkisar 6-13 hari, tetapi bisa juga selama 5-21 hari. Munculnya gejala penyakit berlangsung selama 2-4 minggu. Setelah itu, cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya jika penderita bisa melewati masa kemunculan gejala penyakit. Lalu apa saja gejalanya?
Seorang penderita cacar monyet akan mengalami gejala sebagai berikut:
  1. Sakit kepala dan demam, di mana tubuh bisa mencapai 38,5 derajat Celsius.
  2. Sakit punggung dan nyeri otot.
  3. Tubuh terasa letih atau lemas.
  4. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan. Hal inilah yang menjadi pembeda antara cacar monyet dan cacar air biasa karena cacar air tidak menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
  5. Ruam di wajah yang menyebar ke seluruh bagian tubuh. Ruam tersebut kemudian berubah menjadi bintik-bintik merah, lalu berkembang lagi menjadi benjolan yang berisi nanah. Hal tersebut terjadi pada beberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan, kaki, mulut, anus, dan alat kelamin.
ADVERTISEMENT
Angka Kematian Akibat Cacar Monyet
Tingkat paparan virus, kondisi pasien, dan komplikasi penyakit semuanya memengaruhi seberapa serius infeksi luka monyet nantinya. Satu dari sepuluh orang Afrika meninggal karena mpox. Menurut data WHO per 27 Juli, ada sekitar 17.150 kasus mpox yang dilaporkan di 75 negara, dengan tingkat kematian 11%. Angka ini mulai meningkat pada Juli 2022.
Apa yang harus diwaspadai agar tidak terkena Cacar Monyet?
https://www.istockphoto.com/id/foto/konsep-wabah-monkeypox-kertas-pesan-karantina-ke-isolasi-rumah-selama-epidemi-virus-gm1399429055-453303621?phrase=cacar%20monyet
zoom-in-whitePerbesar
https://www.istockphoto.com/id/foto/konsep-wabah-monkeypox-kertas-pesan-karantina-ke-isolasi-rumah-selama-epidemi-virus-gm1399429055-453303621?phrase=cacar%20monyet
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, di antaranya:
  • Jaga jarak dari hewan yang terinfeksi,
  • Jauhi hewan liar dan jangan makan dagingnya,
  • Hindari bersentuhan langsung dengan orang yang terinfeksi,
  • Jauhi apa pun yang mungkin terinfeksi virus,
  • Pisahkan pasien yang sakit,
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) jika Anda melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi,
  • Setelah bersentuhan dengan orang atau hewan yang terkontaminasi, cuci tangan dengan sabun dan air,
  • Makan hanya daging yang dimasak dengan matang, jangan pernah mengkonsumsi daging mentah.
ADVERTISEMENT
Jika masyarakat menerapkan beberapa hal di atas, diharapkan kemungkinan penyebaran kasus cacar monyet di Indonesia dapat terminimalisir.
Pada akhirnya, meski mpox belum dinyatakan sebagai pandemi, tetapi setiap negara harus mengambil langkah preventif yang tepat, khususnya Indonesia.
Meskipun tingkat penularan dan kematian pada virus ini masih cukup rendah, akan tetapi masyarakat harus tetap waspada dan melakukan pencegahan.
Masyarakat diharapkan dapat melakukan pencegahan dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari keramaian, cuci tangan dengan air dan sabun serta membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang ingin mengetahui apa itu cacar monyet dan bagaimana cara pencegahan agar tidak terpapar cacar tersebut.
Jangan sampai penyakit cacar monyet ini membuat dunia kembali pada kondisi seperti pandemi sebelumnya dan pastinya jangan lupa jaga kesehatan untuk membangun Indonesia yang lebih sehat!
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020