Konten dari Pengguna

Zero Posting dan Pilihan untuk Menjaga Kehidupan Tetap Privat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabilla Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zero Posting Menjadi Pilihan Sebagian Gen Z

Foto : Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Shutterstock

Saya sendiri merupakan bagian dari Gen Z yang tidak terlalu suka mengumbar kehidupan pribadi di media sosial. Menurut saya, ada beberapa hal yang memang lebih nyaman disimpan untuk diri sendiri atau orang-orang terdekat dibandingkan dibagikan kepada semua orang.

Kadang rasanya lebih tenang menjalani kehidupan tanpa harus memikirkan siapa yang melihat, siapa yang menyukai, atau bagaimana penilaian orang lain terhadap apa yang kita unggah. Tidak semua kebahagiaan harus dibuktikan melalui unggahan di media sosial.

Menurut saya, media sosial seharusnya menjadi tempat untuk mengekspresikan diri sesuai keinginan masing-masing, bukan tempat untuk memenuhi ekspektasi orang lain atau mencari validasi.

Jika saya ingin mengunggah sesuatu, itu karena saya memang ingin membagikannya, bukan karena merasa harus melakukannya. Bagaimanapun juga, media sosial adalah ruang milik kita sendiri sehingga setiap orang memiliki hak untuk menentukan bagaimana mereka ingin menggunakannya.

Memilih untuk tidak sering mengunggah sesuatu bukan berarti seseorang tidak bahagia atau tidak memiliki kehidupan yang menarik.

Foto : Shutterstock

Bagi saya, media sosial lebih sering digunakan untuk menyalurkan hobi dan berbagi hal-hal yang memang ingin saya bagikan kepada orang lain. Misalnya seperti hasil edit video, perjalanan healing, jalan-jalan, traveling, atau momen kebahagiaan yang ingin dikenang.

Media sosial menjadi tempat untuk berbagi karya dan pengalaman, bukan sebagai ukuran keberhasilan atau kebahagiaan seseorang.

Apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang, bukan keseluruhan cerita mereka.

Ada satu hal yang mungkin cukup dekat dengan kehidupan banyak Gen Z saat ini, yaitu keberadaan second account. Tidak sedikit orang yang merasa lebih nyaman berbagi cerita, keluh kesah, atau curhat di akun kedua yang lingkup pengikutnya lebih terbatas.

Sementara itu, akun utama atau first account sering kali digunakan untuk hal-hal yang lebih formal, membangun citra diri, atau sekadar menjaga penampilan di hadapan banyak orang.

Meskipun terdengar lucu, fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang masih membutuhkan ruang yang terasa aman untuk menjadi diri sendiri tanpa tekanan dari lingkungan sosial yang lebih luas.

Kadang-kadang, menjadi diri sendiri terasa lebih mudah di ruang yang lebih kecil dan lebih nyaman.

Pada akhirnya, tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang untuk aktif mengunggah kehidupan pribadinya di media sosial. Ada yang senang berbagi setiap momen, ada pula yang lebih nyaman menikmati semuanya secara pribadi.

Menurut saya, keduanya sama-sama benar selama dilakukan sesuai dengan kenyamanan masing-masing.

Media sosial seharusnya menjadi alat yang membantu kita mengekspresikan diri, bukan tempat yang memaksa kita untuk hidup demi penilaian orang lain.