Kumparan Logo

Alasan Denny Sumargo Sempat Berkali-kali Tolak Bikin Film Baby Udon

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers perilisan trailer dan poster film Baby Udon di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers perilisan trailer dan poster film Baby Udon di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Denny Sumargo mengungkap bahwa dirinya sempat berkali-kali menolak untuk menggarap film Baby Udon, yang menjadi debut Sumargo Films sebagai rumah produksi.

Awalnya, Denny mengetahui kisah Fanny Kondoh saat mewawancarainya di podcast Curhat Bang. Cerita perjuangan Fanny mendampingi mendiang suaminya, Hajime Kondoh, yang berjuang melawan kanker, membuat Denny terharu dan spontan berkata bahwa kisah tersebut layak diangkat menjadi film.

Namun, ketika istrinya, Olivia Allan, benar-benar membeli hak cerita (intellectual property/IP) dari Fanny Kondoh, Denny justru memilih mundur.

“Aku sudah lihat slide filmnya di kepala aku. Terus aku bilang, ‘Bisa?’. ‘Oh bisa.’ ‘Kamu mau enggak bikin?’ ‘Enggak.’ ‘Kenapa?’ ‘Capek,’” kata Denny Sumargo saat konferensi pers perilisan trailer dan poster film Baby Udon di kawasan Jakarta Pusat.

Teaser poster dan trailer Baby Udon dirilis. Foto: Dok. Istimewa

Olivia Allan ternyata tidak menyerah. Ia terus meyakinkan Denny untuk tetap memproduksi film tersebut, meski Denny berulang kali mencari alasan agar proyek itu tidak berjalan.

Denny bahkan sempat mencoba mempersulit proses produksi dengan berbagai syarat, mulai dari mencari sutradara yang menurutnya tepat, hingga mempertanyakan kemungkinan film dari rumah produksi baru bisa masuk ke jaringan bioskop.

“Udah ada, Yang, (sutradaranya) Fajar Bustomi,” ujar Denny menirukan jawaban Olivia.

Tak berhenti di situ, Denny juga mengaku sempat berharap proyek itu batal karena belum menemukan pemeran utama yang sesuai. Namun, satu per satu hambatan tersebut justru terjawab, mulai dari bergabungnya Fajar Bustomi sebagai sutradara, Oka Aurora sebagai penulis skenario, hingga kolaborasi dengan LYTO Pictures.

Menurut Denny, yang paling membuatnya takut adalah mengecewakan Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh jika kisah mereka tidak diterjemahkan dengan baik ke layar lebar.

“Gue takut nanti gue bikin Fanny Kondoh kecewa. Gue takut nanti gue bikin Hajime Kondoh kecewa. Dan gue takut cerita yang bagus itu ketika kita nonton karyanya malah mengecewakan,” ucap Denny.

Pada akhirnya, Denny menerima proyek tersebut dan menjadi produser sekaligus pemeran Hajime Kondoh. Film Baby Udon dibintangi Denny Sumargo, Caitlin Halderman, Putri Ayudya, Naufal Samudra, Ayya Renita, hingga Hiroaki Kato.

Denny Sumargo Dipasangkan dengan Caitlin Halderman

Konferensi pers perilisan trailer dan poster film Baby Udon di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Dalam film Baby Udon, Denny dipasangkan dengan Caitlin Halderman yang memerankan Fanny Kondoh. Denny mengaku proses membangun chemistry dengan Caitlin menjadi salah satu bagian penting agar hubungan Hajime dan Fanny terasa hidup di layar.

Ia bahkan memiliki cara tersendiri sebelum mulai syuting. Denny mengatakan dirinya bertanya pada diri sendiri apakah ia bisa benar-benar menyukai lawan mainnya agar emosi yang muncul saat syuting terasa lebih natural.

“Kalau lo pengin nyiptain pemain dua dengan chemistry yang kuat, lu harus tanya sama diri lu, bisa enggak lu suka sama dia,” ujar Denny.

Meski begitu, Denny menegaskan bahwa seluruh proses tersebut dilakukan secara profesional. Ia dan Caitlin banyak menghabiskan waktu bersama untuk reading, berdiskusi tentang karakter, hingga berbagi cerita di luar proses latihan.

Adegan dalam film Baby Udon. Foto: YouTube/LYTO PICTURES

Caitlin Halderman juga mengaku awalnya merasa terbebani karena harus memerankan sosok Fanny Kondoh yang kisah nyatanya sudah dikenal banyak orang. Ia memilih banyak belajar langsung dari Fanny, mulai dari gestur, cara berbicara, hingga emosi yang ingin disampaikan kepada penonton.

“Yang paling aku ingat adalah segimana Fanny sama Hajime itu cinta sama satu sama lain. Dia pengin banget itu yang terlihat,” kata Caitlin.

Film garapan Fajar Bustomi ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026.