Konten dari Pengguna

Booming Bisnis Kafe di Malang, Antara Peluang Emas atau Ancaman Gulung Tikar?

salza nazila

salza nazila

Mahasiswa Universitas Negeri Malang

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari salza nazila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peluang Bisnis Kafe di Kota Malang, Mahasiswa sebagai Target Utama Kafe Malang, Ancaman Gulung Tikar Kafe Malang

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis kafe di Malang telah berkembang pesat. Kafe menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya bagi mahasiswa. Karena pertumbuhan yang signifikan, terutama di daerah yang dekat dengan kampus seperti kawasan Sudimoro, Soekarno Hatta dan sekitar belakang kampus UIN Maulana Malik Ibrahim. Namun, di balik boomingnya usaha kafe ini, pelaku usaha juga mengadapi banyak masalah. Faktanya banyak kafe tutup dalam waktu singkat menunjukkan bahwa menjalankan bisnis bukan perkara yang mudah.

Pemilik Lembaga Kursus Barista Eqiyu di Malang, Fariz Chamim Udien, menyatakan bahwa salah satu alasan utama penyebab banyak kafe di Malang yang gulung tikar yaitu ketidakpahaman pelaku usaha tentang karakteristik bisnis mereka sendiri. Banyak orang yang terjebak dalam ekspetasi berlebihan tentang keuntungan besar dalam waktu singkat. Mereka mengabaikan pentingnya pengelolaan resiko dan perencanaan matang tentang bisnis. Seringkali, keputusan untuk memulai bisnis kafe didasarkan pada kesuksesan orang lain, tanpa mempertimbangkan potensi pasar dan kemampuan pribadi untuk mengelola bisnis. Akibatnya, banyak kafe yang tutup karena tidak dapat bersaing atau memenuhi ekspetasi yang terlalu tinggi. Hal ini diperparah oleh kurangnya inovasi pemilik kafe. Menurut paparan Indra Setiyadi, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang, banyak kafe di Malang yang menjual produk serupa tetapi tidak memiliki nilai tambahan yang membedakan produk mereka dari pesaing. Misalnya, di Kawasan Sudimoro terjadi fenomena “copycat”, Dimana banyak kafe baru meniru ide dan menu yang sudah ada tanpa menambahkan sentuhan kreatif. Jika tidak ada inovasi baru, persaingan akan menjadi sangat ketat, dan mereka yang tidak menonjol cenderung akan kalah dan tutup.

Selain kurangnya inovasi baru, manajemen yang buruk juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Pelaku bisnis kafe tidak selalu memiliki Standar Operasional Prosedur

ilustrasi kafe menjadi salah satu tempat yang disukai oleh banyak kalangan,terutama mahasiswa. Foto: Freepik.com

(SOP) yang jelas untuk administrasi, pengelolaan keuangan atau perekrutan karyawan. Kesusahan manajemen ini dapat menyebabkan stress bahkan kerugian saat bisnis berkembang. Karena bisnis makanan dan minuman (F&B) membutuhkan manajemen yang rapi dan perhitungan yang matang. Lalu apakah masih ada peluang untuk membuka bisnis kafe di Malang? Peluang bisnis kafe di Kota Malang masih ada, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Pasar untuk bisnis kafe di Malang masih sangat menjanjikan karena jumlah mahasiswa yang terus meningkat di kota Malang, yang diperkirakan mencapai 300 ribu dari 57 Perguruan Tinggi. Targer utama kafe di Malang adalah Mahasiswa yang memerlukan tempat nyaman untuk belajar, bersosialisasi atau hanya sekedar bersantai. Oleh karena itu, kafe yang memahami kebutuhan pasar dan menghadirkan suasana menarik akan berpeluang untuk terus berkembang.

Salah satu kunci kesuksesan adalah memanfaatkan aset sendiri. Indra Setiyadi mengatakan, pengusaha yang memiliki fasilitas sendiri cenderung lebih aman dari risiko kenaikan biaya sewa yang seringkali menjadi kendala bagi pengusaha yang menyewa fasilitas.

Kafe yang berlokasi di lokasi strategis dan dimiliki oleh pelaku ekonomi sendiri mempunyai keunggulan kompetitif terutama dalam menjaga kestabilan biaya operasional dari waktu ke waktu. Di sisi lain, pemerintah juga perlu mendukung usaha kafe, terutama yang masih dalam tahap pertumbuhan. Misalnya saja insentif perpajakan atau program pelatihan bisnis. Saat ini pajak kafe masih sama dengan pajak restoran dan depo. namun hal ini mungkin tidak mencerminkan perbedaan biaya operasional antar jenis usaha tersebut. Pendataan yang lebih akurat juga diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat lebih mendukung pertumbuhan industri ini.

Bagaimanapun, bisnis kafe di kota Malang menawarkan peluang yang besar, terutama bagi mereka yang inovatif, memahami manajemen risiko, dan memiliki strategi pemasaran yang tepat. Namun, tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik, peluang tersebut dapat dengan cepat berubah menjadi jebakan yang mengakibatkan kerugian bagi badan usaha. Bagi calon wirausahawan, penting untuk dipahami bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya bergantung pada seberapa cepat Anda dapat membayar kembali modal Anda, tetapi juga pada seberapa baik Anda mengelola ekspektasi, inovasi, dan operasi dalam menghadapi persaingan yang ketat.