Menulis dengan Rasa: Membangun Karakter yang Penuh Makna dan Emosi

Mahasiswa Universitas Pamulang Ilmu Komunikasi ingin melatih keterampilan menulis, agar terbiasa buat berpikir rasionalis, dan logis
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Sandi Ferdiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan Karakter
Karakter adalah sebuah pengisian tokoh-tokoh yang membuat menjadi bahan cerita, karena ini memang terkesan pacuan para pembaca menjadi mudah di mengerti, dengan alur cerita nya. Sehingga bisa langsung tersampaikan isi pesan kepada pembaca.
Kemudian, penulis berhak bebas untuk berkreasi terhadap isi cerita tersebut. Dengan ide-ide nya, yang unik dan menjalin ada sebuah tingkat emosional kepada pembaca, maka ini terdapat kekayaan wawasan yang luas dalam menulis. Melalui penglihat sudut pandang yang bermacam-macam.
Selanjutnya, isi cerita tersebut dikemas secara tersusun dan rapi, mulai dari isi latar belakang karakter, hingga menghadapi suatu konflik terhadap lawan tokoh bicara nya.
Karena, sebuah pengisian karakter itu tidak selalu berpatokan dengan film, akan tetapi bisa dengan periklanan, laporan penyiaran berita, orasi, pidato, dan ceramah. Sebagai penulis kita bisa juga mempunyai karya di bidang ilmiah, contohnya seperti membuat jurnal, opini artikel dan metode penilitian. Sehingga ini akan berdampak ke kita menjadi ada suatu penghargaan yang bermanfaat. Bahkan ini akan menjadi sebuah karya yang abadi ketika kita sudah tiada di dunia.
Oleh karena itu, kita sebaik nya ketika mempunyai ide-ide yang berlian jangan sampai terkubur dengan sia-sia, karena itu bagaikan binatang buruan yang selalu cepat hilang tanpa arah. Maka bertindaklah langsung, tanpa harus menunggu. Dan sebagai penulis kita dapat meluangkan isi pikiran, baik ketika lagi merasa kesal, bahagia, sedih, lelah dan rasa syukur hari ini.
Supaya kita dapat menghasilkan energi positif didalam diri, yang membuat perasaan menjadi lega. Namun perlu diketahui ketika ingin membuat sebuah isi cerita atau topik yang ingin dibahas harus memiliki kejelesan terhadap sebuah penulisan. Agar tidak ada keliruan terhadap isi pesan yang ingin disampaikan. Jika itu sudah dapat terpenuhi, maka kita dapat mengetahui tata letak kesalahan dalam menulis dan bisa menjadikan sebuah pembelajaran untuk kedepan nya.
Lalu, ada beberapa aspek yang perlu kita ketahui agar bisa mengembangkan sebuah karakter menjadi yang menarik. Salah satu nya adalah membuat pengenalan latar belakang tokoh tersebut, kemudian dituangkan oleh suatu konflik atau perubahan terhadap karakter. Misalnya seperti contoh Sandi adalah seorang yang sangat dermawan, lalu tiba-tiba dia menjadi seorang pembunuh handal. Karena itu faktor di pengaruhi oleh teman-teman nya yang suka mem-bully, sehingga yang membuat nya geram dan ingin membalas dendam terhadap teman-teman nya.
Suatu kemudian terdapat konflik sesama teman-teman nya, perkara diejek oleh teman-teman yang membuat mereka tidak tahu bahwa. Si Sandi sudah menyiapkan pisau di dalam tas nya, lalu Sandi mengahampiri mereka dan yap, satu orang sudah tertusuk diarah perut nya. Sehingga didalam kelas semua orang-orang pada ketakutan dan langsung pergi dari kelas tersebut.
Dari contoh kejadian tersebut kita bisa menggambarkan bahwa, itu sudah terjadi ada nya suatu konflik Sandi terhadap teman kelas nya. Yang berdampak buruk bagi Sandi, karena psikis otak nya sudah berubah, dan yang membuat perilaku nya berubah drastis.
Contoh nya lagi, ada dimana kasus. Sandi adalah seorang maskulin yang mempunyai otot sangat estetik, sehingga dapat terpancar aura positif terhadap orang lain maupun teman-teman nya. Karena ia waktu dahulu pernah terjadi putus asa dalam perkara percintaan, ini yang membuat ia menjadi tertantang untuk menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelum nya. Mulai dari ditolak karena ia sangat cupu tidak menarik bagi para perempuan. Atau ia tidak handal dalam menyikapi kepada lawan jenis. Maka ini yang membuat si Sandi menjadi ada nya perubahan dari atensi perilaku nya. Dengan melampiaskan amarah nya melalui berolahraga seperti contoh nya, berlari, gym, dan berenang.
Karena bagi dia adalah suatu tempat paling ternyaman ketika ia melakukan nya. Yang dapat meredakan emosi menjadi stabil, dan membaik lagi. Bagi dia olahraga bukanlah tempat ladang kompetisi, akan tapi juga bisa menjadi suatu menyenangkan untuk menenangkan hati dan jiwa pikiran.
Jadi, untuk mengembangkan sebuah karakter itu harus mempunyai alur cerita yang melibatkan latar belakang. Jika itu tidak ada, maka ada suatu kebingungan terhadap pembaca atau bisa jadi ada kesalahpahaman dari isi pesan yang tersampaikan. Oleh karena itu, kita sebagai penulis harus dikembangkan dengan cara terus berlatih mengetik, atau menulis. Sehingga dapat menarik kepada pembaca, dan dapat ikut merasakan apa yang disampaikan oleh penulis.
