Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik dari Film Toy Story 5

Suasana hangat terasa dalam acara kumparan hangout yang mengajak ibu dan anak menikmati keseruan film Toy Story 5 bersama di Cinepolis Senayan Park, Selasa (30/6). Tak hanya menjadi momen quality time, film animasi terbaru ini juga menghadirkan banyak pelajaran parenting yang relevan dengan tantangan orang tua masa kini.
Ya Moms, film animasi selalu punya cara tersendiri untuk menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat petualangan Bonnie, Woody, Buzz, dan para mainan lainnya, Toy Story 5 mengangkat isu yang kini banyak dihadapi keluarga, yakni ketika gadget mulai mengambil alih waktu bermain anak.
Dalam film ini, Bonnie mulai lebih tertarik dengan Lilypad, perangkat digital yang perlahan membuat mainan-mainan kesayangannya tak lagi menjadi pusat perhatian.
Meski begitu, Toy Story 5 tidak mengajak orang tua menjauhkan anak dari teknologi. Justru sebaliknya, film ini mengingatkan bahwa perkembangan digital adalah hal yang tidak bisa dihindari, tetapi tetap perlu didampingi.
Toy Story 5 Masih Mengangkat Makna Persahabatan dan Keluarga
Di tengah konflik tentang gadget, film ini tetap mempertahankan nilai yang selama ini menjadi kekuatan seri Toy Story, yaitu persahabatan.
Woody, Buzz, Jessie, dan para mainan lainnya tetap saling mendukung meski menghadapi perubahan. Mereka tidak saling meninggalkan dan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Bonnie.
Dari cerita tersebut, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik orang tua bersama anak, di antaranya:
Teknologi bukan musuh, tetapi penggunaannya pada anak perlu didampingi oleh orang tua. Anak boleh mengenal gadget, namun penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan usia dan berada dalam pengawasan orang tua.
Permainan fisik tetap penting. Bermain langsung membantu anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, berimajinasi, hingga mengelola emosi.
Ajarkan arti teman yang baik. Lewat hubungan para mainan, anak bisa belajar tentang kesetiaan, empati, dan saling membantu ketika menghadapi masalah.
Menariknya, di akhir cerita Bonnie juga menemukan teman baru, Gladz. Kehadiran karakter tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus menunjukkan bahwa keberanian membuka diri bisa menghadirkan persahabatan yang positif.
Pada akhirnya, Toy Story 5 bukan hanya menyuguhkan nostalgia bagi orang dewasa yang tumbuh bersama Woody dan Buzz. Film ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain, membangun pertemanan, dan menikmati masa kecilnya.
Kalau Anda ingin ikut berbagai kegiatan seru bersama komunitas kumparanMOM, jangan lupa bergabung ke WhatsApp Group Mom Hebat di sini
Di sana, Anda bisa mendapatkan informasi seputar event, berbagi pengalaman dengan sesama orang tua, hingga memperoleh berbagai tips parenting.
Selain itu, Anda juga bisa mengikuti kumparanMOM Festival Hari Anak (FHA) 2026. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi keluarga-keluarga inspiratif di Indonesia. Informasi selengkapnya bisa Moms lihat di kum.pr/fha2026
