Sering Ajak Anak Jalan-jalan Ternyata Punya Banyak Manfaat

Jalan-jalan bersama keluarga ternyata bukan sekadar mengajak anak menikmati tempat baru. Lebih dari itu, di balik momen liburan, ada kesempatan untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan, sekaligus menciptakan pengalaman yang berkesan bagi si kecil.
Hal ini juga yang dirasakan oleh keluarga dr. Gia Pratama. Bagi keluarganya, traveling menjadi salah satu agenda yang rutin dilakukan bersama.
Jalan-Jalan Jadi Momen untuk Membangun Bonding
Dalam podcast pribadi dr. Gia, sang ayah, Capt. Amir Hamzah, mengatakan jalan-jalan bersama keluarga bukan hanya tentang kemewahan atau destinasi yang dikunjungi, tetapi juga tentang waktu yang digunakan untuk semakin dekat satu sama lain.
Menurutnya, momen bepergian bersama keluarga bisa dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan hubungan yang lebih dekat antara orang tua dan anak.
“Saat jalan-jalan kita bisa membangun komunikasi dan building relationship juga dengan Aa (dr. Gia) dedek, dan mama. Jadi, membahas semua faktor yang tadi disebutkan itu pada saat kita jalan-jalan. Jadi, enak banget kita berkomunikasi,” jelasnya di acara Podcast dr. Gia Pratama.
Dengan begitu, jalan-jalan bisa menjadi waktu untuk ngobrol lebih banyak, bertukar cerita, dan menikmati kebersamaan tanpa rutinitas sehari-hari.
Anak Bisa Lebih Bahagia Saat Diajak Jalan-Jalan
Kebiasaan traveling bersama keluarga ternyata juga sejalan dengan temuan dalam penelitian Happy Moments Between Children and Their Parents: A Multi-method and Multi-informant Perspective.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Happiness Studies pada 2024 tersebut menemukan bahwa momen bersama orang tua, termasuk aktivitas jalan-jalan, dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Bahkan anak-anak menunjukkan kebahagiaan yang lebih besar ketika mendapatkan pengalaman bersama orang tua dibandingkan sekadar menerima mainan.
Artinya, kebahagiaan anak tidak selalu datang dari barang baru. Waktu, perhatian, dan pengalaman yang dilakukan bersama orang tua juga bisa menjadi sesuatu yang berharga bagi mereka, Moms.
Liburan Bisa Jadi Core Memory Anak
Selain membuat anak senang, pengalaman liburan bersama orang tua juga berpotensi menjadi kenangan yang membekas.
Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Rizqina Ardiwijaya, M.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa pengalaman baru, emosi yang kuat, serta kehadiran orang tua secara utuh dapat membuat momen liburan lebih mudah diingat anak.
Rizqina mengibaratkan otak anak seperti kamera. Jika rutinitas sehari-hari seperti foto biasa, pengalaman liburan bisa seperti foto dengan flash yang membuat momen terasa lebih terang, jelas, dan membekas.
“Pengalaman baru yang bisa menimbulkan emosi tertentu itu bakal nempelnya lebih banyak. Dan yang berikutnya, ada kehadiran utuh juga dari orang tua,” ujar Rizqina.
Karena itu, jalan-jalan bersama anak nggak harus selalu mahal atau jauh. Yang tak kalah penting adalah bagaimana orang tua hadir, berkomunikasi, dan menikmati momen tersebut bersama si kecil.
Sebab, bisa jadi yang paling diingat anak bukan hotelnya, bukan destinasi mewahnya, melainkan momen ketika ia merasa dekat dan punya waktu berkualitas bersama keluarganya.
