Konten dari Pengguna

Hagia Sophia: Menjaga Keaslian di Tengah Perubahan Fungsi

Saskia Ainun Nisa
Mahasiswa S1 Pariwisata Universitas Gadjah Mada
3 Juni 2025 13:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hagia Sophia: Menjaga Keaslian di Tengah Perubahan Fungsi
Hagia Sophia, yang terletak di Istanbul, Turki, merupakan situs warisan budaya yang sangat penting dan kaya akan nilai sejarah.
Saskia Ainun Nisa
Tulisan dari Saskia Ainun Nisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Dokumentasi milik pribadi, 26 Juni 2022.
zoom-in-whitePerbesar
Foto Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Dokumentasi milik pribadi, 26 Juni 2022.
ADVERTISEMENT
Hagia Sophia, yang terletak di Istanbul, Turki, merupakan situs warisan budaya yang sangat penting dan kaya akan nilai sejarah. Bangunan ini awalnya didirikan sebagai gereja utama Kekaisaran Bizantium pada abad ke-6, lalu diubah menjadi masjid setelah penaklukan oleh Kesultanan Ottoman pada tahun 1453. Selanjutnya, pada tahun 1935, Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi museum yang dapat diakses oleh semua orang tanpa batasan agama. Namun, pada Juli 2020, Pengadilan Administratif Tinggi Turki mencabut status museum Hagia Sophia dan menetapkannya kembali sebagai masjid yang aktif digunakan. Perubahan ini bukan hanya memengaruhi pengelolaan situs warisan, tetapi juga cara wisatawan memahami makna di balik kunjungan mereka.
ADVERTISEMENT
Salah satu perubahan yang terlihat setelah Hagia Sophia aktif kembali menjadi sebuah masjid adalah penerapan aturan baru bagi wisatawan. Kini, wisatawan perempuan disarankan untuk mengenakan penutup kepala sebagai bagian dari aturan tempat ibadah. Selain itu, wisatawan juga diharapkan berpakaian sopan serta menutupi tato atau simbol yang dianggap menyinggung atau tidak sesuai dengan konteks keagamaan. Aturan ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap fungsi religius Hagia Sophia yang kini kembali menjadi masjid. Peraturan ini mungkin saja memengaruhi pengalaman wisatawan, terutama bagi mereka yang datang hanya untuk melihat langsung keindahan dan nilai sejarah dari bangunan ini.
Keindahan arsitektur Hagia Sophia. Dokumentasi milik pribadi, 26 Juni 2022.
Selanjutnya, berdasarkan artikel dari European Heritage Tribune, perubahan fungsi Hagia Sophia justru menimbulkan pertanyaan mengenai autentisitas situs tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 'autentisitas' berarti keaslian atau kebenaran. Dalam konteks pariwisata, autentisitas cukup penting, karena beberapa wisatawan mengharapkan pengalaman yang mencerminkan budaya dan kehidupan lokal, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Perubahan fungsi sebuah situs, seperti perubahan museum menjadi masjid, kemungkinan juga akan mengubah cara wisatawan untuk memahami dan memaknai tempat tersebut.
Saat masih berfungsi sebagai museum, Hagia Sophia dapat dikunjungi dengan lebih bebas oleh wisatawan dari berbagai latar belakang, tanpa aturan yang terlalu ketat. Wisatawan dapat dengan mudah melihat setiap sudut bangunan dan karya seni bersejarah, termasuk mozaik dan lukisan ikon Kristen yang masih terjaga. Namun, sejak difungsikan kembali menjadi sebuah masjid, mozaik dan lukisan ikon Kristen tersebut ditutup oleh tirai, terutama pada waktu-waktu salat. Hal ini menyebabkan pengalaman berkunjung wisatawan menjadi sedikit berbeda, karena mereka perlu menyesuaikan diri dengan aturan serta menghormati fungsi religius dari situs tersebut.
Foto mozaik yang masih terjaga. Dokumentasi milik pribadi, 26 Juni 2022.
Selain itu, perubahan ini juga mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa pihak menyuarakan kekhawatirannya agar pengelolaan yang dilakukan tetap menjaga nilai multikultural yang sudah menjadi bagian penting dari identitas bangunan ini. Mereka menilai bahwa pengalaman lintas budaya yang dahulu ditawarkan oleh Hagia Sophia dapat berpotensi menjadi lebih terbatas.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, pemerintah Turki dan sebagian masyarakat justru melihat langkah ini sebagai bentuk pemulihan identitas budaya dan keagamaan bangsa. Bagi mereka, Hagia Sophia bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai simbol penting dalam sejarah Islam dan Nasional.
şadırvan, air mancur wudhu yang biasanya terletak di halaman masjid-masjid Utsmaniyah. Dokumentasi milik pribadi, 26 Juni 2022.
Dengan demikian, Hagia Sophia mencerminkan keseimbangan antara pelestarian sejarah, identitas budaya, dan perkembangan fungsi sesuai dengan zaman. Perubahan-perubahan yang terjadi menunjukkan bagaimana tempat bersejarah ini terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Meski begitu, menjaga keaslian dan nilai sejarah yang ada tetap menjadi prioritas utama. Diperlukan kerja sama antar berbagai pihak agar Hagia Sophia tetap dihormati dan terus dinikmati oleh generasi yang akan datang.
Sumber Rujukan:
https://hyperallergic.com/667754/what-happened-to-the-hagia-sophia-is-a-terrible-shame/
https://www.voaindonesia.com/a/pro-kontra-pengalihfungsian-kembali-hagia-sophia-sebagai-masjid/5508601.html
https://heritagetribune.eu/turkey/reconversion-and-authenticity-the-case-of-hagia-sophia-in-istanbul-turkey/
https://www.hagiasophiatickets.com/what-to-wear
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-53259317
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/autentisitas
ADVERTISEMENT