Konten dari Pengguna

Menambah Pengetahuan Selama Corona, Yuk Belajar Rantai Makanan Ekosistem Sungai

Satrio Mur Bayu

Satrio Mur Bayu

Seorang Penulis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Satrio Mur Bayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi rantai makanan pada ekosistem sungai
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi rantai makanan pada ekosistem sungai

Perlu diketahui jika sungai berbeda dengan danau yang airnya tidak mengalir dan selalu tenang. Keunikan ekosistem sungai ialah mahluk hidupnya dapat bertahan dalam kondisi air yang mengalir.

Definisi rantai makanan ialah peristiwa makan memakan antar mahluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri hingga ke konsumen yang membutuhkan makanan dari organisme lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa rantai makanan merupakan perpindahan energi pada setiap organisme.

Pengertian Rantai Makanan di Sungai

Proses perpindahan energi makanan dari tanaman sungai ke organisme yang tingkat trofiknya lebih tinggi disebut dengan rantai makanan di sungai. Sehingga semua organisme pada rantai makanan akan memperoleh kandungan organisme autotrof.

Ciri-ciri ekosistem sungai sebagai berikut:

  1. Aliran airnya mengalir dari hulu ke hilir.

  2. Terdapat perubahan fisik dan kimia pada ekosistem sungai.

  3. Tumbuhan dan hewan yang berada di sungai dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Rantai makanan pada ekosistem sungai memiliki alur yang menjadi urutan proses makan memakan antar mahluk hidup.

Produsen → Konsumen I → Konsumen II → Konsumen III → Pengurai atau Dekomposer.

Faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan rantai makanan pada ekosistem sungai.

  1. Aliran sungai.

  2. Cahaya.

  3. Suhu.

  4. Substrat.

  5. Kimia air.

  6. Bakteri.

Agar semakin paham mengenai rantai makanan yang ada pada ekosistem sungai, simak prosesnya dibawah.

Sinar matahari → Alga → Ikan → Burung bangau → Buaya → Pengurai

Sinar matahari pada rantai makanan ini berfungsi untuk memberikan energi pada alga agar dapat melangsungkan proses fotosintsesi. Alga berperan sebagai produsen karena dapat membuat makanan sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi. Kemudian ikan akan menjadikan alga sebagai makanan sehingga ikan merupakan konsumen pertama.

Ikan yang ada pada ekosistem sungai akan dimakan oleh burung bangau, maka burung bangau berperan sebagai konsumen kedua. Buaya akan memanfaatkan burung bangau sebagai makanannya dan buaya menjadi konsumen ketiga. Buaya yang mati akan diuraikan oleh organisme pengurai seperti bakteri, jamur, dan lainnya.

Apabila terdapat salah satu organisme yang punah akan menyebabkan rusaknya keseimbangan rantai makanan pada ekosistem sungai.