Konten dari Pengguna

Mengapa Kita Jarang Melihat Kupu-Kupu di Zaman Sekarang?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sefania Alicia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Ai Gemini - Prom: kalikatur lucu kupu-kupu
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Ai Gemini - Prom: kalikatur lucu kupu-kupu

Manusia merupakan mahluk penjaga ekosistem dan keberlangsungan kehidupan di bumi. Banyak habitat yang harus dilindungi dan dibudidayakan tujuannya agar populasi tidak menurun dan menjaga batasan dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Populasi yang semakin banyak karena angka kelahiran di masing-masing negara, membuat manusia harus memanfaatkan lahan sebagai ladang mata pencaharian dan juga tempat tinggal. Hal ini mempengaruhi habitat asli hewan dan tumbuhan termasuk serangga.

Saat masih kecil kita tidak asing dengan salah satu serangga yaitu kupu-kupu. Makhluk hidup ini merupakan contoh yang sering kita lihat dan pelajari selagi masih duduk dibangku sekolah, kita tidak asing dengan pelajaran IPA dimana menjelaskan bahwa kupu-kupu merupakan makhluk dengan metamorfosis sempurna.

Tapi semakin kesini, mahluk kecil bersayap indah tersebut sudah jarang sekali terlihat di sekitar kita. Mengapa demikian? ternyata faktornya banyak bukan hanya dari hilangnya habitat mereka karena penggusuran lahan, tapi tempat berkembang biak mereka yang seringkali susah untuk dikembangkan yakni flora.

Flora menjadi alasan utama mengapa kupu-kupu jarang sekali terlihat, karena makhluk ini susah untuk menemukan rumah bagi habitatnya. Kupu-kupu bergantung pada tanaman khusus untuk bertelur, namun banyaknya flora atau tanaman sering diberikan obat hama seperti pepstisida maupun herbisida.

Selayaknya melindungi hama justru bahan kimia ini juga menghilangkan telur larva yang ada pada tanaman, sehingga menghambat pertumbuhan serangga. Penggunaan obat hama tidak disalahkan gunanya memang melindungi tanaman, tapi hal ini juga mempengaruhi penurunan perkembangan habitat kupu-kupu semula.

Kupu-kupu juga termasuk selektif dalam memilih tanaman untuk berkembang biak, tujuannya agar mereka mudah mendapatkan nektar yang merupakan sumber utama makanan mereka. Karena insting selektif inilah membuat mereka susah menemukan tanaman yang tepat sehingga susah untuk menjaga populasi.

Tidak hanya itu, iklim juga menjadi pengaruh yang menghambat populasi kupu-kupu, suhu cuaca yang stabil mempengaruhi cepat dan lambatnya metamorfosis mahluk ini. Jika terlalu ekstrim, mereka akan bermigrasi ke tempat lain agar populasinya tidak terancam.

Maka tidak heran jika kita pergi ketempat wisata alam, atau wilayah yang masih kawasan alam liar, kita masih bisa menemukan kupu-kupu di sana. Karena habitatnya yang belum tersentuh oleh campur tangan manusia.