12 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional bagi Negara

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem ekonomi tradisional merupakan bentuk sistem perekonomian yang berkembang berdasarkan kebiasaan suatu masyarakat. Adanya kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional dapat dijadikan pertimbangan suatu negara sebelum menggunakannya.
Mengutip Buku Ajar Pengantar Ilmu Ekonomi, Lailatul Rofiah, dkk., (2024: 18), sistem ekonomi tradisional sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno. Sistem ini berlandaskan adat istiadat, sejarah, dan kepercayaan yang dijalankan secara turun-temurun.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
Meskipun sistem ekonomi tradisional sudah jarang diterapkan di era sekarang, tetapi beberapa masyarakat masih mempertahankannya. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional.
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional
Sebagian besar masyarakat yang menerapkan sistem ekonomi tradisional terlibat dalam produksi pertanian atau kerajinan yang menjadi bagian dari kebudayaan. Berikut adalah beberapa kelebihannya:
Setiap anggota masyarakat memiliki dorongan yang kuat untuk berpartisipasi dalam produksi barang atau jasa karena menjadi bagian integral dari kehidupan.
Persaingan terjadi secara sehat dan saling menghormati karena saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Kegiatan ekonomis yang masih sederhana membuat setiap individu memperoleh bagian yang setara.
Kepercayaan antaranggota masyarakat sangat tinggi karena hidup dalam interaksi yang erat dan saling bergantung.
Dalam sistem ekonomi tradisional, tidak ada entitas yang mendominasi pasar atau memonopoli sumber daya yang ada.
Perekonomian cenderung lebih stabil karena bersifat sederhana dan terhubung langsung dengan kebutuhan dasar.
Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional cenderung lebih fokus untuk memenuhi kehidupan tanpa produksi berlebihan. Berikut adalah beberapa kekurangannya:
Produksi barang atau jasa lebih ditujukan untuk konsumsi langsung dan bukan untuk kebutuhan jangka panjang.
Proses pertukaran barang sering kali terkendala oleh kesulitan dalam menemukan pihak yang saling membutuhkan.
Sebagian besar kegiatan ekonomi dilakukan menggunakan alat sederhana sehingga produktivitas menjadi rendah.
Kurangnya dukungan untuk inovasi atau pengembangan industri yang dapat mempercepat kemajuan ekonomi.
Pada sistem barter sering kali sulit menerapkan nilai atau ukuran yang setara antara barang-barang yang dipertukarkan.
Kualitas barang terbatas pada keterampilan dan alat yang dimiliki oleh individu atau komunitas.
Demikianlah pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional bagi negara. Meskipun sistem ekonomi tradisional memiliki nilai positif, tetapi sistem ini akan menghadapi tantangan globalisasi. (Nabila)
Baca Juga: 4 Perbedaan Sistem Ekonomi Pasar dan Sistem Ekonomi Komando
