3 Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Rendah dalam Kehidupan Sehari-hari

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk adaptasi masyarakat di dataran rendah ada banyak. Salah satu contoh adalah masyarakat di dataran rendah termasuk aktif untuk melakukan perdagangan sebagai kegiatan ekonominya.
Selain itu, masyarakat di dataran rendah juga mempunyai kecenderungan untuk melakukan interaksi dalam berbagai waktu atau kesempatan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena ada banyak kegiatan manusia yang dapat berlangsung di dataran rendah.
3 Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Rendah
Manusia sebagai makhluk hidup selalu melakukan adaptasi guna mempertahankan kehidupannya. Salah satu contoh adaptasi tersebut adalah adanya masyarakat dataran rendah yang menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal.
Bentuk adaptasi masyarakat di dataran rendah dapat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut penjelasannya.
1. Kegiatan Ekonomi
Mengutip dari buku Blak-blakan Bahas Mapel IPS SD, Respati (2012: 90), dataran rendah adalah hamparan daratan yang ketinggiannya tidak lebih dari 200 meter. Daerah dataran rendah biasanya padat penduduk, seperti pedesaan atau perkotaan.
Padatnya penduduk serta kondisi wilayah yang landai membuat masyarakat dataran rendah memiliki banyak kegiatan ekonomi. Beberapa contohnya, yaitu:
Perdagangan;
Buruh tani;
Peternak;
Pekerja jasa;
Karyawan swasta; atau
Wiraswasta.
2. Kegiatan Sosial
Kondisi wilayah dan keberagaman kegiatan ekonomi masyarakat di dataran rendah secara tidak langsung memengaruhi kegiatan sosial masyarakatnya. Masyarakat di dataran rendah cenderung aktif dalam berbagai waktu.
Waktu tersebut meliputi pagi, siang, sore, dan/atau malam. Masyarakat dapat aktif melakukan interaksi sosial dalam berbagai waktu karena mata pencahariannya tidak terbatas waktu, contohnya:
Ada pekerja yang bekerja secara shift;
Ada yang bekerja di pagi hari (peternak dan petani); dan
Ada yang bekerja di pagi hingga malam hari (wiraswasta atau karyawan swasta).
3. Pemukiman Penduduk
Bentuk adaptasi lain dari masyarakat di dataran rendah adalah cara membentuk pemukiman. Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3, Sukmayani (2008: 161), wilayah dataran rendah memiliki tingkat kedinamisan fisik yang sangat tinggi.
Pembangunan infrastruktur relatif mudah pada wilayah dataran rendah. Hal itu membuat dataran rendah memiliki banyak kawasan industri, pusat pemerintahan dan kebudayaan, serta pusat pemukiman yang tersebar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pemaparan di atas, diketahui bahwa bentuk adaptasi masyarakat di dataran rendah dapat terlihat dalam tiga aspek kehidupan. Tiga aspek tersebut meliputi kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, serta kecenderungan pemukiman penduduk. (AA)
