Konten dari Pengguna

3 Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Tinggi Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Tinggi. Sumber: Unsplash.com/Anil Xavier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Tinggi. Sumber: Unsplash.com/Anil Xavier

Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Salah satu contoh adanya kemampuan tersebut adalah ragam bentuk adaptasi masyarakat di dataran tinggi Indonesia.

Masyarakat di dataran tinggi umumnya menyesuaikan berbagai bidang kehidupan dengan lingkungan tempat tinggal. Hal itu dapat terlihat dari cara masyarakat dataran tinggi memperoleh penghasilan, misalnya melalui perkebunan atau pertanian.

3 Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Tinggi

Ilustrasi Bentuk Adaptasi Masyarakat di Dataran Tinggi. Sumber: Unsplash.com/Peggie Mishra

Manusia adalah makhluk yang mempunyai akal serta budi luhur. Kondisi itu membuat manusia dapat melakukan adaptasi dengan baik dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Contohnya adalah kumpulan manusia atau masyarakat yang tinggal di dataran tinggi melakukan adaptasi terhadap berbagai bidang kehidupan. Tiga di antaranya adalah adaptasi dalam bidang ekonomi, sosial, serta bangunan.

Berikut penjelasan tentang tiga bentuk adaptasi masyarakat di dataran tinggi, baik itu dalam bidang ekonomi, sosial, maupun bangunan.

1. Ekonomi

Mengutip dari buku Kreatif Tematik Peduli terhadap Makhluk Hidup Kelas IV untuk SD/MI, Tim Tunas Karya Guru (2019: 128), kegiatan ekonomi yang biasa dilakukan masyarakat di dataran tinggi adalah pertanian dan perkebunan.

Selain itu, masyarakat dataran tinggi juga biasa memanfaatkan keindahan alam yang banyak menarik wisatawan. Oleh karena itu, masyarakat dataran tinggi pun biasa memanfaatkan potensi pariwisata sebagai kegiatan ekonominya.

2. Sosial

Selain melakukan adaptasi dalam bidang ekonomi, masyarakat di dataran tinggi pun melakukan adaptasi di bidang sosial. Masyarakat dataran tinggi biasanya aktif berinteraksi di pagi hingga sore hari.

Hal tersebut terjadi karena masyarakat dataran tinggi umumnya berinteraksi saat bekerja di kebun atau ladang. Kegiatan bekerja itu perlu dilakukan saat ada sinar matahari sehingga saat malam masyarakat cenderung beristirahat di rumah.

3. Bangunan

Bentuk adaptasi lain dari masyarakat di dataran tinggi adalah terbiasa membangun bangunan mengikuti lereng. Jadi, pemukiman penduduk dataran tinggi umumnya menyebar dan mengelompok di daerah yang relatif datar.

Kini, diketahui bahwa ada banyak bentuk adaptasi masyarakat di dataran tinggi Indonesia. Kondisi itu dapat terlihat dalam bidang ekonomi, sosial budaya, serta bangunan atau pola pemukiman penduduk. (AA)