Konten dari Pengguna

3 Bentuk Perjuangan pada Zaman Jepang yang Dilakukan Bangsa Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Perjuangan pada Zaman Jepang. Sumber: Unsplash.com/Museums Victoria
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Perjuangan pada Zaman Jepang. Sumber: Unsplash.com/Museums Victoria

Selama tiga tahun mengalami penjajahan Jepang, bangsa Indonesia telah melakukan banyak perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Salah satu contoh bentuk perjuangan pada zaman Jepang adalah keberadaan gerakan bawah tanah.

Gerakan bawah tanah merupakan perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang karena tidak ingin bekerja sama dengan pemerintah Jepang. Gerakan tersebut muncul karena Jepang membubarkan semua partai politik yang ada di Indonesia.

3 Bentuk Perjuangan pada Zaman Jepang

Ilustrasi Bentuk Perjuangan pada Zaman Jepang. Sumber: Unsplash.com/Duncan Kidd

Setelah terjajah oleh Belanda selama ratusan tahun, Indonesia tentu tidak serta-merta menerima kedatangan Jepang pada 1942. Bangsa Indonesia pada masa itu sudah ingin merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Namun, Jepang melakukan sejumlah pendekatan untuk menarik simpati bangsa Indonesia. Beberapa contoh adalah menyebut sebagai Saudara Tua, melakukan propaganda Gerakan 3A, serta menjanjikan kemerdekaan terhadap Indonesia.

Ketika Jepang datang dengan segala siasatnya, para pejuang Indonesia tetap bersikeras untuk merdeka. Bukti kekuatan motivasi untuk merdeka dapat terlihat dari berbagai bentuk perjuangan pada zaman Jepang.

Berikut adalah tiga bentuk perjuangan bangsa Indonesia pada masa kependudukan Jepang di tahun 1940-an.

1. Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang

Guna melancarkan siasat untuk memberi kemerdekaan bagi Indonesia, Jepang membentuk sejumlah organisasi di negeri ini, seperti Putera, PETA, Seinendan, dan sebagainya. Organisasi tersebut memang seperti akan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Padahal organisasi itu bertujuan untuk menyiapkan bantuan bagi Jepang dalam menghadapi Sekutu. Para pejuang Indonesia tidak secara langsung menentang berbagai organisasi bentukan Jepang.

Beberapa tokoh pejuang justru mengambil sikap kooperatif terhadap Jepang guna memanfaatkan organisasi bentukannya. Cara tersebut merupakan bentuk perjuangan diplomasi.

Mengutip dari buku Belajar Kebudayaan, Sosial, dan Sejarah Dunia, Renhoat (2023: 212), tokoh-tokohnya adalah para pemimpin Putera, seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K. H. Mas Mansyur.

Para tokoh tersebut memanfaatkan Putera sebagai sarana komunikasi dengan rakyat. Bahkan, Putera menjadi ajang untuk kampanye nasionalisme.

2. Melakukan Gerakan Bawah Tanah

Selain mengambil sikap kooperatif, ada pula pejuang yang berjuang dengan memilih jalan nonkooperatif. Cara tersebut terjadi karena Jepang membubarkan seluruh partai politik di Indonesia.

Mengutip dari buku IPS Terpadu 3A untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1, Pujiastuti, dkk. (2007: 31), gerakan bawah tanah dilakukan oleh para pejuang yang umumnya sangat radikal. Pejuang tersebut tidak mau bekerja sama dengan Jepang.

Kondisi itu membuat aktivitas perjuangannya disebut gerakan bawah tanah. Pejuang gerakan bawah tanah aktif melakukan komunikasi untuk memelihara semangat nasionalisme, menyusun kekuatan, mempropagandakan pentingnya kemerdekaan.

Mengutip darai buku yang sama, Pujiastuti, dkk. (2007: 31), tokoh-tokoh gerakan bawah tanah, antara lain:

  • Ahmad Subarjo;

  • Sutan Syahrir;

  • Chairul Saleh; dan

  • Amir Syarifuddin.

3. Melakukan Perlawanan Bersenjata

Bentuk perlawanan lain dalam menghadapi Jepang adalah melakukan perlawanan bersenjata. Beberapa contoh, yaitu:

  • Perlawanan rakyat Aceh;

  • Perlawanan Indramayu;

  • Perlawanan Singaparna; dan

  • Perlawanan PETA.

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa ada banyak bentuk perjuangan pada zaman Jepang yang dilakukan bangsa Indonesia. Perlawanan dilakukan mulai dari kooperatif, nonkooperatif, hingga perlawanan bersenjata. (AA)