3 Ciri-Ciri Kerajaan Kediri yang Menjadi Pusat Kejayaan Sastra Jawa Kuno

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri Kerajaan Kediri mencerminkan masa keemasan budaya Jawa Timur yang berkembang pesat pada abad ke-12, terutama dalam bidang sastra dan pemerintahan.
Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kahuripan yang pecah menjadi dua wilayah, dengan Kediri sebagai kekuatan utama yang dipimpin oleh Raja Jayabaya.
Dalam masa pemerintahannya, Kediri dikenal sebagai pusat literasi dengan lahirnya karya-karya penting berbahasa Jawa Kuno.
Ciri-Ciri Kerajaan Kediri
Dikutip dari buku Kerajaan-Kerajaan Nusantara Kediri, Bambang Budi Utomo, 2007:57, dijelaskan bahwa kerajaan ini sangat mendukung perkembangan sastra dan memberi ruang luas bagi para pujangga istana untuk berkarya.
Berikut ini adalah tiga ciri-ciri Kerajaan Kediri yang menunjukkan kejayaan kerajaan tersebut, terutama dalam bidang sastra, pemerintahan, dan kebudayaan yang tumbuh pesat di bawah perlindungan para raja.
1. Menjadi Pusat Sastra dan Karya Pujangga
Ciri-ciri Kerajaan Kediri yang pertama adalah peran sentralnya dalam perkembangan sastra Jawa Kuno.
Kediri menjadi tempat lahirnya karya monumental seperti Kakawin Bharatayuddha karya Empu Sedah dan Empu Panuluh.
Sastra menjadi bagian penting dalam kehidupan kerajaan karena digunakan untuk menyampaikan ajaran moral, sejarah, serta nilai-nilai kepemimpinan.
Kediri menjadi kerajaan dengan lingkungan budaya yang kondusif bagi lahirnya karya sastra besar, didukung oleh raja yang melek budaya.
2. Sistem Pemerintahan yang Teratur
Ciri-ciri Kerajaan Kediri selanjutnya tampak dari sistem pemerintahan yang tertata dan administratif.
Raja Kediri membagi wilayah kerajaan ke dalam unit-unit kekuasaan yang memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu.
Prasasti-prasasti seperti Panumbangan dan Hantang menyebutkan adanya struktur kepemimpinan yang berjenjang dan pengelolaan pajak yang tertib.
Birokrasi Kediri berkembang dengan baik, menciptakan stabilitas yang mendukung pertumbuhan budaya dan ekonomi.
3. Dukungan Raja terhadap Pengembangan Budaya
Ciri-ciri Kerajaan Kediri juga ditunjukkan dari dukungan aktif raja terhadap pengembangan budaya dan kesenian.
Raja Jayabaya, misalnya, tidak hanya dikenal sebagai penguasa, tetapi juga sebagai tokoh spiritual yang dihormati.
Ia dikenal memberikan perlindungan kepada para sastrawan dan cendekiawan yang berkarya di lingkungan istana.
Keberpihakan penguasa terhadap kehidupan budaya menjadi pendorong utama berkembangnya sastra, seni ukir, serta ajaran moral yang hidup dalam masyarakat Kediri.
Ciri-ciri Kerajaan Kediri mencerminkan kemajuan sebuah kerajaan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga unggul dalam kebudayaan.
Ketiga aspek inilah yang menjadikan Kediri sebagai pusat kejayaan budaya Jawa Kuno yang dikenang hingga masa kini. (Phonna)
Baca Juga: Ciri Utama Kerajaan Hindu di Indonesia yang Membedakannya dari Kerajaan Lain
