3 Indikator Indeks Kebahagiaan dan Cara Mengukurnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebahagiaan masyarakat di suatu negara bisa diukur dengan menggunakan sejumlah indeks kebahagiaan. Secara umum, indikator indeks kebahagiaan sendiri memiliki tiga dimensi utama.
Tiga dimensi utama ini kemudian dirinci menjadi puluhan indikator untuk mempermudah proses perhitungan indeks kebahagiaan selanjutnya.
Berikut akan dibahas mengenai indikator indeks kebahagiaan dan cara mengukurnya yang patut diketahui.
Indikator Indeks Kebahagiaan
Mengutip situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tiga dimensi indikator utama dalam indeks kebahagiaan, yaitu:
1. Kepuasan Hidup (Life Satisfaction)
Dimensi kepuasan hidup memiliki bobot sebesar 34,80%. Dimensi tersebut kemudian diperinci lagi menjadi 10 indikator, yaitu:
Kesehatan
Pendidikan
Pekerjaan
Pendapatan rumah tangga
Keharmonisan keluarga
Ketersediaan waktu luang
Hubungan sosial
Kondisi rumah dan aset
Keadaan lingkungan
Kondisi keamanan
2. Makna Hidup (Eudaimonia)
Dimensi makna hidup memiliki bobot sebesar 34,02%. Dimensi ini kemudian diperinci menjadi 6 indikator, antara lain:
Penerimaan diri
Tujuan hidup
Penguasaan lingkungan
Kemandirian
Hubungan positif dengan orang lain
Pengembangan diri
3. Perasaan (Affect)
Dimensi perasaan memiliki bobot sebesar 31,18%. Dimensi ini kemudian terpecah menjadi 3 indikator, yaitu:
Senang
Tidak tertekan
Tidak khawatir
Cara Mengukur Indeks Kebahagiaan
BPS menggunakan SPTK atau Survei Tingkat Pengukuran Kebahagiaan sejak tahun 2014 untuk melakukan pengukuran indeks kebahagiaan.
SPTK digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kebahagiaan sebagai sebuah ukuran subjektif terhadap kondisi objektif berbagai domain kehidupan manusia.
Survei tersebut dilakukan setiap tiga tahun sekali dan hingga saat ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali. SPTK terakhir telah berhasil dilakukan pada tahun 2021 yang lalu.
Saat itu, SPTK berhasil mengumpulkan sebanyak 74.684 responden yang dilaksanakan serentak di 34 provinsi di Indonesia pada 1-27 Agustus 2021.
BPS menyasar koresponden rumah tangga terutama kepala rumah tangga beserta pasangannya. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner terstruktur dan alat bantu.
Berdasarkan survei tersebut, didapatkan hasil bahwa tingkat kebahagiaan meningkat sebesar 0,80 menjadi 71,49 di tahun 2021. Sedangkan capaian dimensi indeks kebahagiaan adalah kepuasan hidup sebesar 75,16, makna hidup sebesar 73,12, dan perasaan sebesar 65,61.
Demikian pembahasan mengenai indikator indeks kebahagiaan dan cara mengukurnya yang patut diketahui. (SP)
