3 Kisah Sahabat Nabi yang Berbakti kepada Orang Tua Singkat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah sahabat nabi yang berbakti kepada orang tua adalah sumber inspirasi melakukan amal kebaikan kepada orang paling berjasa dalam hidup ini. Selain itu, berbakti kepada orang tua adalah amalan mulia dan bernilai tinggi di sisi Allah Swt.
Dikutip dari baznas.go.id, para sahabat Nabi Muhammad saw menunjukkan betapa besarnya penghormatan mereka terhadap orang tuanya.
Kisah Sahabat Nabi yang Berbakti kepada Orang Tua
Berikut ini adalah beberapa kisah sahabat Nabi yang berbakti kepada orang tua secara singkat, penuh makna dan keteladanan mulia.
1. Abdullah bin Umar
Abdullah bin Umar r.a., adalah putra sahabat Umar bin Khattab. Ia terkenal sebagai sahabat yang sangat patuh kepada sang ayah. Setelah ayahnya wafat, Abdullah bin Umar tetap menjaga hubungan baik dengan para sahabat ayahnya.
Suatu hari, ia memberi tunggangan terbaiknya kepada seorang laki-laki tua hanya karena orang itu adalah teman ayahnya.
Ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: ‘Sebaik-baik bakti seorang anak kepada orang tuanya adalah menjaga hubungan baik dengan sahabat orang tuanya setelah mereka meninggal.’”
2. Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib r.a., adalah sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad saw. Ia menunjukkan bakti yang luar biasa kepada orang tuanya dan kepada pamannya yang merupakan ayah angkat Nabi, Abu Thalib.
Ali merawat Abu Thalib dengan penuh cinta sampai akhir hayatnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia berbakti kepada orang tua kandungnya, kepada orang tua angkat, dan para kerabat yang berjasa.
3. Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni dikenal sebagai sahabat yang istimewa karena baktinya kepada ibunya. Ia bahkan tergolong sahabat yang tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad saw.
Ia tinggal di Yaman dan sangat ingin bertemu Rasulullah saw. Namun, ia tidak bisa meninggalkan ibunya yang pada saat itu sedang sakit.
Karena baktinya tersebut, Nabi Muhammad saw menyebut nama Uwais dalam sabdanya. Nabi juga meminta para sahabat untuk meminta doa dari Uwais jika bertemu dengannya.
Kisah Uwais pun menjadi bukti bahwa berbakti kepada orang tua lebih utama daripada amalan yang lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan bertemu Nabi.
Kesimpulannya, kisah sahabat Nabi yang berbakti kepada orang tua di atas bisa menjadi inspirasi hidup. Khususnya bagi umat Islam untuk terus berbakti kepada orang tua, baik saat masih hidup maupun setelah wafat. (Win)
Baca Juga: Kisah Sahabat Nabi yang Berbakti kepada Orang Tua
