Konten dari Pengguna

3 Mitos Dieng Wonosobo yang Paling Banyak Beredar di Masyarakat

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
5 April 2025 13:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mitos dieng wonosobo, foto: unsplash/Ade Chrisnadhi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos dieng wonosobo, foto: unsplash/Ade Chrisnadhi
ADVERTISEMENT
Dari banyaknya legenda yang berkembang, ada beberapa mitos Dieng Wonosobo yang paling populer dan masih dipercaya hingga kini.
ADVERTISEMENT
Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, bukan hanya menawarkan keindahan alam dan udara sejuk, tetapi juga menyimpan kisah-kisah mistis yang dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Beberapa cerita tersebut bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Mitos Dieng Wonosobo

Ilustrasi mitos dieng wonosobo, foto: unsplash/Falaq Lazuardi
Mengutip dari situs uinjkt.ac.id, berikut beberapa mitos Dieng Wonosobo yang paling banyak beredar di masyarakat

1. Anak Gimbal: Titisan Kyai Kolodite

Salah satu mitos paling menarik dari Dieng, Wonosobo adalah kisah tentang Anak Gimbal. Anak-anak ini dipercaya sebagai titisan Kyai Kolodite, penjaga spiritual kawasan Dieng.
Keunikan mereka terletak pada rambutnya yang tumbuh gimbal secara alami tanpa sentuhan bahan kimia atau perlakuan khusus.
Bagi masyarakat setempat, rambut gimbal bukan sekadar fenomena biologis, melainkan simbol keberkahan dan kekuatan spiritual yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
ADVERTISEMENT
Karena dianggap suci, rambut gimbal Anak Dieng tidak bisa dipotong sembarangan. Proses pemotongannya hanya boleh dilakukan melalui ritual khusus yang disebut upacara ruwatan.
Upacara ini sangat sakral dan menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Biasanya, pemotongan rambut dilakukan saat festival tahunan yang meriah, lengkap dengan prosesi adat, doa, dan persembahan.
Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol pemurnian, tetapi juga mempererat hubungan spiritual antara manusia dan alam Dieng yang magis.

2. Gunung Kosmik: Tempat Bersemayamnya Para Dewa

Dieng sering disebut sebagai Gunung Kosmik karena dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa dan makhluk halus.
Keberadaan candi-candi kuno di wilayah ini menguatkan keyakinan bahwa Dieng dulunya adalah pusat spiritual.
Mitos ini memperkuat identitas Dieng sebagai kawasan yang penuh energi mistis, membuat banyak pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati pemandangan, tapi juga merasakan suasana spiritual yang kental.
ADVERTISEMENT

3. Batu Ratapan Angin: Cinta Terlarang yang Menjadi Legenda

Batu Ratapan Angin adalah dua batu besar yang menyimpan kisah tragis cinta terlarang. Konon, pasangan kekasih yang dilarang bersatu berubah menjadi batu karena kutukan.
Mitos ini menyebutkan bahwa jika seseorang bersiul di dekat batu tersebut, suaranya akan menggema dan dijawab oleh roh yang terperangkap di dalamnya.
Dengan berbagai mitos Dieng Wonosobo tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga daya tarik bagi wisatawan.
Terlepas dari kebenarannya, kisah-kisah ini menambah nuansa magis dan membuat Dieng semakin unik dan memikat. (Echi)