Konten dari Pengguna

3 Orang Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Kali, Pengukir Sejarah Kemerdekaan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bendera Merah Putih, Foto:Unsplash/James Tiono
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bendera Merah Putih, Foto:Unsplash/James Tiono

3 orang pengibar Bendera Merah Putih pertama kali menjadi bagian penting dalam catatan sejarah Indonesia, menandai lahirnya simbol kebangsaan yang menyatukan seluruh rakyat.

Pada 17 Agustus 1945, di tengah suasana penuh haru dan ketegangan, keberanian mereka tampil menegakkan Bendera Merah Putih di halaman rumah Presiden Sukarno menjadi momen yang membekas dalam ingatan kolektif bangsa.

Keteguhan hati ketiga pemuda ini, menghadapi ketidakpastian dan tantangan di saat Indonesia baru saja meraih kemerdekaan, menegaskan makna bendera sebagai lambang persatuan, perjuangan, dan harapan.

3 Orang Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Kali

Ilustrasi Bendera Merah Putih, Foto:Unsplash/Mufid Majnun

3 orang pengibar Bendera Merah Putih pertama kali menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena momen ini menandai pertama kali simbol kebangsaan berkibar dan menyatukan semangat rakyat yang baru merdeka.

Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945 bukan sekadar upacara, melainkan wujud keberanian, dedikasi, serta pengorbanan dari sosok-sosok yang terlibat langsung.

Selain itu, ketiga tokoh yang hadir memiliki peran yang berbeda namun sama-sama penting, sehingga tanpa mereka, prosesi pengibaran bendera tidak akan berjalan dengan sempurna.

Berikut adalah orang pengibar Bendera Merah Putih pertama kali, sebagaimana dikutip dari laman an-nur.ac.id:

1. Latief Hendraningrat

Latief Hendraningrat menjadi tokoh yang membawa bendera dari rumah Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, menuju halaman depan rumah untuk upacara proklamasi.

Lahir pada 15 Februari 1911, Latief dikenal sebagai prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan.

Selain membawa bendera, ia juga mendorong Sukarno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan, dan pada saat yang sama memastikan lokasi upacara aman dari gangguan Jepang.

Dengan demikian, perannya tidak hanya simbolis tetapi juga strategis. Latief wafat pada 10 Oktober 1978 di Jakarta, meninggalkan jejak dedikasi yang abadi.

2. Suhud

Suhud bertugas menarik tali pengerek bendera saat upacara proklamasi. Lahir pada 1920, ia merupakan anggota Barisan Pelopor yang didirikan Jepang dan sahabat dekat Latief.

Selain itu, mereka berdua pernah mengikuti pelatihan militer di PETA, sehingga kesiapan mereka menghadapi momen penting tersebut semakin matang.

Setiap gerakan Suhud saat mengerek bendera mencerminkan ketenangan, keteguhan, dan semangat perjuangan generasi muda pada saat itu. Suhud meninggal pada 1986 pada usia 66 tahun, namun keberaniannya tetap dikenang.

3. SK Trimurti

SK Trimurti bertanggung jawab membentangkan bendera Merah Putih hingga berkibar penuh kebanggaan.

Lahir di Surabaya pada 22 November 1922, Trimurti adalah aktivis perempuan yang terlibat aktif dalam gerakan nasionalis. Selain menjadi anggota Barisan Pelopor, ia sempat ditangkap Jepang karena diduga terkait peristiwa Rengasdengklok, tetapi keberaniannya tetap teguh.

Dengan tindakan yang konsisten, Trimurti menunjukkan bahwa peran perempuan juga sangat menentukan dalam perjuangan kemerdekaan. Ia wafat pada 7 Juli 2008 di Jakarta, meninggalkan inspirasi bagi generasi berikutnya.

Ketiga tokoh ini yaitu Latief Hendraningrat, Suhud, dan SK Trimurti, menjadi pengukir sejarah dalam pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali.

ASetiap langkah mereka mencerminkan dedikasi, keberanian, dan cinta tanah air yang terus mengilhami generasi bangsa.

Maka dari itu, kisah mereka tetap menjadi pengingat abadi tentang arti kemerdekaan dan semangat menjaga simbol nasional.

3 orang pengibar Bendera Merah Putih pertama kali selalu dikenang karena mereka menegaskan bahwa di balik setiap simbol bangsa, terdapat keberanian, pengorbanan, dan semangat yang mengilhami seluruh rakyat Indonesia. (DANI)

Baca juga: Ukuran Resmi Bendera Merah Putih sesuai Undang-Undang