Konten dari Pengguna

3 Organisasi Pergerakan Nasional dan Perannya dalam Sejarah Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Pixabay

Organisasi Pergerakan Nasional turut berperan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Organisasi-organisasi ini muncul sebagai bentuk kesadaran rakyat pada pentingnya persatuan dan perjuangan lepas dari penjajahan.

Dikutip dari Ahmadin, Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, 13, 2017, adanya organisasi ini ikut berperan dalam perjuangan pendidikan, ekonomi, dan politik.

Bahkan, keberadaannya menjadi fondasi penting menuju kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Organisasi Pergerakan Nasional dan Perannya dalam Sejarah Indonesia

Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Thirdman

Berikut adalah contoh organisasi pergerakan nasional yang ikut berperan penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

1. Budi Utomo (1908)

Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908 oleh sekelompok pelajar di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia. Tokoh utama Budi Utomo salah satunya adalah Dr. Soetomo.

Organisasi ini bahkan dianggap sebagai pelopor gerakan kebangkitan nasional Indonesia. Budi Utomo mendorong kesadaran masyarakat, khususnya pada kaum terpelajar, tentang pentingnya pendidikan dan persatuan nasional.

Meskipun tidak memperjuangkan kemerdekaan secara langsung, Budi Utomo membuka jalan untuk tumbuhnya organisasi-organisasi lain yang lebih politis.

Tanggal berdirinya Budi Utomo pun saat ini dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

2. Sarekat Islam (1912)

Sarekat Islam didirikan oleh Haji Samanhudi dan dikembangkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto. Awalnya, Sarekat Islam (SI) bertujuan untuk melindungi pedagang-pedagang pribumi dari tekanan pedagang Tionghoa.

Namun, seiring berjalannya waktu, organisasi ini berkembang menjadi organisasi massa yang ikut memperjuangkan kepentingan rakyat.

SI menjadi organisasi besar pertama yang menggerakkan massa rakyat dan membawa isu-isu sosial, ekonomi, dan politik ke dalam pergerakan nasional.

SI juga menjadi wadah para tokoh besar, seperti Tjokroaminoto, Agus Salim, dan Tan Malaka, yang kemudian hari berperan dalam perjuangan kemerdekaan.

3. Indische Partij (1912)

Indische Partij merupakan organisasi politik pertama yang terbuka menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Organisasi ini didirikan oleh tiga tokoh utama, yaitu Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara, yang kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Indische Partij berperan menyuarakan gagasan nasionalisme dan kesetaraan antar golongan. Meskipun dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda, ide-ide perjuangan dan semangat nasionalismenya menginspirasi generasi berikutnya.

Adanya organisasi pergerakan nasional di atas berkontribusi besar dalam membentuk semangat nasionalisme. Khususnya kesadaran kolektif rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan yang bisa dirasakan hari ini. (Zen)

Baca Juga: Sejarah Hari Raya Nyepi, Hari Raya Penuh Makna untuk Umat Hindu