3 Perbedaan Sanering dan Redominasi yang Perlu Dipahami

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sanering dan redenominasi merupakan dua istilah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah terhadap nilai mata uang di sebuah negara.
Dikutip dari buku Manajemen Keuangan Internasional karya Dr. Darmawan, M.AB, perbedaan sanering dan redenominasi dilihat dari bentuk perubahan nilai uangnya, kondisi ekonomi yang menjadi dampaknya, serta proses penerapannya.
Walaupun kedua istilah tersebut artinya sering dianggap sama, tetapi ada tiga perbedaan yang cukup signifikan. Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai tiga macam perbedaan sanering dan redenominasi yang perlu dipahami.
Perbedaan Sanering dan Redenominasi
Berikut adalah tiga perbedaan sanering dan redenominasi yang perlu dipahami.
Perubahan Nilai Uang
Perbedaan yang paling utama antara sanering dan redenominasi yaitu terkait dengan perubahan nilai uang.
Redenominasi ialah penyederhanaan nilai mata uang yang dilakukan dengan mengurangi angka nol pada nilai rupiah, misalnya, Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Tetapi nilai uang tersebut tetap sama dengan sebelumnya, hanya nominalnya saja yang disederhanakan.
Sanering sendiri adalah pemotongan nilai mata uang, yang berakibat daya beli uang terhadap barang serta jasa turun.
Contohnya, Rp 50.000 menjadi Rp 25.000. Dengan demikian, uang yang sama tidak lagi bisa membeli barang dan jasa sebanyak nilai uang yang sebelumnya.
Kondisi Ekonomi
Perbedaan lainnya antara sanering dan redenominasi yaitu terkait dengan kondisi ekonomi yang melatarbelakangi dari penerapan kebijakan tersebut.
Redenominasi umumnya dilakukan pada saat kondisi ekonomi stabil serta sehat. Dimana pada saat negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi masih terkendali, serta nilai tukar rupiah terjaga.
Untuk pemberlakuan sanering biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak sehat, dimana sedang terjadi gejolak ekonomi seperti hiperinflasi, krisis moneter, hingga defisit anggaran.
Proses Penerapan
Perbedaan antara sanering dan redenominasi selanjutnya terkait proses penerapan kebijakan tersebut. Redenominasi perlu waktu yang panjang mulai dari perencanaan sampai tahap penerapannya.
Ada tiga tahap yang diperlukan dalam penerapan redenominasi, yaitu persiapan atau sosialisasi, masa transisi dari mata uang lama ke mata uang yang baru, lalu masa penarikan mata uang lama.
Sanering dapat dilakukan secara mendadak tanpa adanya sosialisasi atau transisi yang memadai. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan sanering dan redenominasi yang perlu dipahami. (ARH)
