3 Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih Pertama, Penuh Semangat Kemerdekaan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

3 tokoh pengibar bendera Merah Putih pertama menjadi bagian penting dalam sejarah awal kemerdekaan Indonesia yang penuh semangat dan haru.
Mereka hadir bukan hanya sebagai pelaksana upacara, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan pengabdian terhadap Tanah Air.
Dalam suasana genting dan penuh ketegangan pada 17 Agustus 1945, pengibaran bendera Merah Putih untuk pertama kalinya bukan sekadar seremoni biasa, melainkan penanda lahirnya sebuah bangsa yang merdeka.
3 Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih Pertama
3 tokoh pengibar bendera Merah Putih pertama menjadi bagian penting dari momen bersejarah saat Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Ketiganya bukan sekadar pelaksana upacara, melainkan simbol semangat juang dan nasionalisme yang membara di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman.
Mengutip laman an-nur.ac.id, menyatakan bahwa pengibaran bendera pertama ini berlangsung di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, sebagai bagian dari prosesi pembacaan Proklamasi Kemerdekaan.
Latief Hendraningrat
Salah satu tokoh yang berperan penting adalah Latief Hendraningrat, seorang perwira Pembela Tanah Air (PETA) kelahiran Jakarta pada 15 Februari 1911.
Ia bertugas membawa bendera Merah Putih dari dalam rumah menuju tempat pengibaran. Selain menjalankan tugas itu, Latief juga ikut mengamankan lokasi upacara dari potensi gangguan militer Jepang yang saat itu masih aktif.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang mendorong percepatan proklamasi bersama para pemuda. Latief kemudian wafat pada 10 Oktober 1978.
Suhud
Tokoh berikutnya adalah Suhud, kelahiran tahun 1920, yang menjadi pengerek bendera pada upacara tersebut.
Ia merupakan anggota Barisan Pelopor dan sahabat dekat Latief. Keduanya pernah mengikuti pelatihan militer yang diselenggarakan oleh Jepang.
Suhud melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, membantu memastikan bendera berkibar dengan sempurna sebagai tanda resmi kemerdekaan bangsa. Ia meninggal dunia pada 1986.
SK Trimurti
Peran tak kalah penting juga dijalankan oleh SK Trimurti, seorang perempuan pejuang yang dikenal sebagai aktivis nasionalis. Ia menjadi simbol keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.
Perempuan kelahiran 22 November 1922 ini pernah menjadi anggota Barisan Pelopor dan sempat ditahan oleh Jepang karena keterlibatannya dalam peristiwa Rengasdengklok.
Sebagai anggota pengibar bendera, ia ditunjuk untuk membentangkan bendera saat upacara berlangsung. Ia wafat pada tanggal 7 Juli 2008.
Perjuangan 3 tokoh pengibar bendera Merah Putih pertama ini mencerminkan semangat juang dan cinta tanah air yang luar biasa.
Dengan menjalankan tugas seremoni, mereka telah mengukir sejarah besar yang akan selalu dikenang oleh bangsa Indonesia sepanjang masa. (DANI)
Baca juga: Mitos Kucing Hitam Mendekati Kita yang Dipercaya sebagai Pesan dari Alam
