3 Tokoh Perwakilan Golongan Tua Peristiwa Rengasdengklok

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesuksesan Peristiwa Rengasdengklok tidak lepas dari peran golongan muda dan golongan tua. Adapun tokoh perwakilan golongan tua merupakan tokoh-tokoh senior yang berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.
Lantas, siapa saja tokoh golongan tua tersebut? Simak dalam penjelasan di bawah ini!
Tokoh Perwakilan Golongan Tua
Dr. Achmad Kosasih, M.M. dalam buku berjudul Legislasi dan Perwakilan Politik menjelaskan bahwa pada Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom oleh Amerika Serikat. Adapun Uni Soviet menyatakan perang kepada Jepang.
Munculnya peristiwa tersebut, membuat para pendiri bangsa mempercayai bahwa Jepang akan kalah sebentar lagi maka proklamasi kemerdekaan harus segera dikumandangkan.
Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diculik dan dibawa keluar dari ibu kota oleh golongan muda. Golongan muda membawa mereka ke Rengasdengklok, Karawang.
Bukan hanya golongan muda, dalam peristiwa tersebut ada perwakilan golongan tua yang ikut andil, yaitu:
1. Ir. Soekarno
Ketika Soekarno diasingkan ke Rengasdengklok, golongan muda mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Pada peristiwa tersebut, Soekarno berhasil diyakinkan dan mulai menyusun naskah proklamasi, menandatangani, serta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
Soekarno adalah pemuda aktif yang berjuang melawan penjajah dan anggota Pusat Rakyat (Putera) serta ketua PPKI. Soekarno kemudian dikukuhkan menjadi Pahlawan Proklamator dan pada 2012, ia dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.
2. Mohammad Hatta
Mohammad Hatta ikut dibawa ke Rengasdengklok bersama Soekarno oleh golongan muda. Setelah Hatta kembali ke Jakarta, ia ikut andil dalam menyusun naskah proklamasi dan menandatangani atas nama bangsa Indonesia.
Karena itu, Mohammad Hatta mendapat gelar Pahlawan Proklamator dan dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.
3. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo berhasil memediasi golongan tua dan golongan muda pada Peristiwa Rengasdengklok. Hasil dari kesepakatan tersebut adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus berlangsung di Jakarta pada 17 Agustus 1945.
Maka dari itu, ia berusaha menyakinkan golongan muda agar mengizinkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta. Selanjutnya, Ahmad Soebardjo membawa Soekarno-Hatta menuju Jakarta dan ikut menyusun naskah proklamasi kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh perwakilan golongan tua yang ikut andil dalam Peristiwa Rengasdengklok. Semoga membantu! (Ek)
