Konten dari Pengguna

4 Faktor yang Menjadi Latar Belakang Munculnya Politik Etis

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Latar Belakang Munculnya Politik Etis adalah. Sumber: Pexels.com/Rido Alwarno
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Latar Belakang Munculnya Politik Etis adalah. Sumber: Pexels.com/Rido Alwarno

Setiap kebijakan akan selalu memiliki latar belakang tersendiri, begitu pula dengan politik etis. Salah satu latar belakang munculnya politik etis adalah beberapa orang Belanda merasa perlu membalas budi Indonesia sebagai negeri jajahannya.

Bukti keberadaan rasa perlu membalas budi itu tertuang dalam tulisan Mr. C. Th. Van Deventer yang berjudul “Een Eereschuld”. Tulisan tersebut mendapat respons serius dari Ratu Wilhelmina yang kemudian menuangkannya menjadi sebuah kebijakan.

Latar Belakang Munculnya Politik Etis adalah Keperluan Balas Budi

Ilustrasi Latar Belakang Munculnya Politik Etis adalah. Sumber: Pexels.com/Pixabay

Politik etis merupakan kebijakan Belanda saat menjajah Indonesia yang pada masa itu disebut Hindia Belanda. Kebijakan politik etis muncul dengan berbagai macam latar belakang, salah satunya tulisan Mr. C. Th. Van Deventer yang berjudul “Een Eereschuld”.

Tulisan tersebut merupakan media Van Deventer dalam mengungkapkan pemikirannya. Van Deventer mengungkapkan bahwa negerinya mempunyai utang terhadap Hindia Belanda atas kekayaan yang diperas.

Selain tulisan Van Deventer, ada faktor lain yang melatarbelakangi munculnya politik etis. Mengutip dari buku Sejarah 2, Mustopo, dkk. (2007: 49), beberapa latar belakang munculnya politik etis adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan sistem tanam paksa yang mendatangkan keuntungan berlimpah bagi Belanda, tetapi menimbulkan penderitaan rakyat Indonesia. Kondisi itu menggugah hati nurani sebagian orang Belanda.

  2. Eksploitasi terhadap tanah dan penduduk Indonesia dengan sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib buruk rakyat pribumi. Padahal kaum kapitalis dari Belanda, Inggris, Amerika, Belgia, Cina, dan Jepang memperoleh keuntungan yang besar.

  3. Upaya Belanda untuk memperkokoh pertahanan negeri jajahan dilakukan dengan cara penekanan dan penindasan terhadap rakyat.

  4. Rakyat kehilangan hak miliknya yang utama, yaitu tanah. Bahkan, Industri rakyat pun terdesak.

Terbentuknya Kebijakan Politik Etis

Ilustrasi Latar Belakang Munculnya Politik Etis adalah. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Pemikiran Van Deventer dan fakta penjajahan yang terjadi membuat Belanda akhirnya menetapkan kebijakan politik etis. Bukan hanya Van Deventer, Ratu Wilhelmina pun menegaskan tentang panggilan moral dan utang budi kepada Indonesia.

Mengutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional, Muttaqin (2015: 62), Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral dalam kebijakan politik etis yang terangkum dalam program Trias Van Deventer, yakni:

  1. Irigasi sebagai upaya pembangunan dan perbaikan pengairan.

  2. Emigrasi sebagai upaya transmigrasi.

  3. Edukasi sebagai upaya perluasan pengajaran serta pendidikan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa latar belakang munculnya politik etis adalah beberapa orang Belanda merasa perlu membalas budi Indonesia. Program politik etis itu sendiri meliputi irigasi, emigrasi, dan edukasi. (AA)