4 Pengaruh Politik Etis di Bidang Pendidikan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Politik etis atau politik balas budi merupakan salah satu kebijakan yang dilakukan oleh penjajah Belanda di Indonesia.
Terdapat beberapa pengaruh politik etis di bidang pendidikan bagi bangsa Indonesia, baik yang bersifat positif maupun negatif. Meski begitu, secara umum ada beberapa perubahan mendasar bagi bangsa Indonesia dengan adanya kebijakan ini.
Ketahui beberapa pengaruh politik etis di bidang pendidikan bagi Indonesia dalam ulasan di bawah ini.
4 Pengaruh Politik Etis di Bidang Pendidikan Bagi Indonesia
Dikutip dari buku Hindia Belanda 1930 karya Dr. J. Stroomberg, (2018) dijelaskan bahwa politik etis adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut kebijakan kolonial Belanda di Indonesia yang berlangsung dari tahun 1901 hingga 1942.
Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kritik terhadap politik tanam paksa yang mengeksploitasi rakyat Indonesia dan menyebabkan kemiskinan dan penderitaan.
Ratu Wilhelmina, yang naik tahta pada tahun 1898, mengumumkan bahwa Belanda memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui tiga program utama, yaitu irigasi, emigrasi, dan edukasi.
Dari ketiga program tersebut, edukasi atau pendidikan adalah yang paling berpengaruh dalam membangkitkan kesadaran nasional dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengembangkan potensi dan kemampuan rakyat Indonesia yang selama ini terbelakang dan terpinggirkan.
Pendidikan juga merupakan sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam.
Pada masa politik etis, Belanda mendirikan berbagai jenis sekolah untuk rakyat Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah-sekolah ini dibedakan berdasarkan ras, agama, dan status sosial.
Ada sekolah untuk orang Eropa, Arab, Cina, dan India, serta sekolah untuk pribumi yang dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan elite dan golongan rakyat biasa. Sekolah-sekolah ini juga menggunakan bahasa pengantar yang berbeda-beda, yaitu bahasa Belanda, bahasa daerah, atau bahasa Melayu.
Berikut ini adalah beberapa pengaruh politik etis di bidang pendidikan bagi bangsa Indonesia.
Meningkatnya jumlah dan kualitas tenaga terdidik Indonesia yang dapat mengisi berbagai bidang pekerjaan, baik di pemerintahan maupun di swasta.
Munculnya tokoh-tokoh intelektual dan pemimpin nasionalis yang berperan dalam membangun kesadaran dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti Ki Hajar Dewantara, Mohammad Hatta, Soekarno, Sutan Sjahrir, Agus Salim, Kartini, dan lain-lain.
Berkembangnya kesenian, sastra, pers, dan organisasi-organisasi sosial budaya yang mengekspresikan aspirasi dan identitas bangsa Indonesia.
Tumbuhnya semangat persaudaraan dan solidaritas antara rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai suku, agama, dan daerah.
Baca juga: Pengertian Politik Etis, Latar Belakang, dan Kebijakannya
Demikian pembahasan mengenai pengaruh politik etis di bidang pendidikan pada masa penjajahan Belanda bagi Indonesia. (WWN)
