5 Contoh Kerajaan Bercorak Hindu di Indonesia dan Peninggalannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjalanan sejarah Indonesia tidak lepas dari pengaruh agama dan kebudayaan Hindu yang masuk ke Nusantara sejak abad ke-4 Masehi. Contoh kerajaan bercorak Hindu adalah sebuah topik yang dipelajari dalam mata pelajaran sejarah.
Pengaruh ini tampak jelas dari berdirinya sejumlah kerajaan bercorak Hindu yang berkembang pesat di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa hingga Sumatra dan Kalimantan. Kerajaan-kerajaan tersebut memainkan peran penting dalam penyebaran ajaran Hindu.
Contoh Kerajaan Bercorak Hindu di Indonesia
Indonesia pernah menjadi rumah bagi berbagai kerajaan bercorak Hindu yang meninggalkan jejak budaya serta sejarah penting. Berdasarkan buku Coedès, The Indianized States of Southeast Asia, berikut adalah contoh kerajaan bercorak Hindu dan peninggalannya.
1. Kerajaan Kutai (± abad ke‑4 M)
Kutai di Kalimantan Timur merupakan kerajaan Hindu tertua. Kerajaan ini didirikan oleh Kudungga dan dikenal melalui raja Mulawarman.
Bukti utama peninggalan kerajaan ini berupa Prasasti Yupa yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, di Muara Kaman. Keraajn ini juga meninggalkan sejumlah artefak seperti arca dan perhiasan keagamaan yang menunjukkan pengaruh Hindu awal.
2. Kerajaan Tarumanegara (± 450–669 M)
Kerajaan ini memiliki pusat di Jawa Barat dan dipimpin oleh Raja Purnawarman. Peninggalannya termasuk prasasti Ciparuteun, Tugu, Pasir Awi, Ciaruteun. Kerajaan Tarumanegara menunjukkan sistem irigasi canggih dan ritual keagamaan pemujaan Dewa Wisnu.
3. Mataram Kuno (Dinasti Sanjaya) (± abad ke‑8 M)
Kerajaan ini memiliki basis di Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh keturunan Sanjaya yang memerintah dan membangun candi seperti Prambanan, Candi Gedong Songo, dan kompleks Dieng.
Bukti sejarah keberadaan kerajaan ini ditemukan dari Prasasti Canggal. Prasasti ini mencatat tentang dinasti Sanjaya dan kegiatan religius pemujaan Dewa Siwa.
4. Kerajaan Kediri (1042–1222 M)
Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang setelah dibagi oleh Raja Airlangga menjadi dua: Kediri dan Janggala. Kediri terletak di daerah aliran Sungai Brantas, Jawa Timur. Ibu kotanya diperkirakan berada di sekitar Kediri modern.
Salah satu raja yang terkenal dari kerajaan ini adalah Raja Jayabaya. Ia dikenal sebagai pemimpin besar dan visioner. Raja Jayabaya juga disebut-sebut memiliki ramalan yang legendaris (Jangka Jayabaya).
Peninggalan kerajaan ini berupa Prasasti Hantang. Peninggalan ini menunjukkan kekuasaan yang luas dan pemujaan terhadap Dewa Wisnu.
5. Kerajaan Singhasari (1222–1292 M)
Singhasari didirikan oleh Ken Arok, seorang tokoh legendaris yang berasal dari rakyat biasa dan kemudian menjadi raja. Ia menggulingkan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, dan menikahi Ken Dedes. Peninggalan kerajaan ini berupa Candi Singosari.
Contoh kerajaan bercorak Hindu merepresentasikan penyebaran agama Hindu di Nusantara. Kerajaan-kerajaan ini menyisakan peninggalan fisik yang masih bisa dikunjungi hingga kini. (Fia)
Baca juga: Penemuan Apa yang Memungkinkan Dilakukannya Penafsiran Hieroglif? Ini Jawabannya
