Konten dari Pengguna

5 Contoh Kontrol Sosial dalam Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kontrol sosial dalam masyarakat,Pexels/iSAW Company
zoom-in-whitePerbesar
Contoh kontrol sosial dalam masyarakat,Pexels/iSAW Company

Contoh kontrol sosial dalam masyarakat dapat disaksikan pada kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu berada dalam lingkungan sosial yang penuh dengan nilai, norma, dan aturan yang membentuk perilakunya.

Tanpa adanya aturan yang mengikat, masyarakat akan sulit mencapai ketertiban dan keharmonisan. Kontrol sosial berperan penting untuk mengarahkan dan mengatur perilaku agar tetap sejalan dengan norma-norma.

Contoh Kontrol Sosial

Contoh kontrol sosial dalam masyarakat,Pexels/Danilo Ugaddan

Kontrol sosial biasanya diterapkan oleh institusi formal seperti pemerintah, lembaga hukum, keluarga, kelompok teman, dan komunitas. Berikut adalah contoh kontrol sosial dalam masyarakat berdasarkan situs web simplypsychology.

1. Hukum dan Peraturan

Cohtoh yang pertama adalah dibentuknya hukum dan peraturan. Pemerintah menetapkan hukum untuk mengatur tindakan warga negara.

Contoh hukum yang dibuat oleh pemerintah adalah undang-undang yang melarang pencurian, kekerasan, dan penipuan. Sanksi berupa denda atau hukuman penjara dapat diberikan kepada pelanggar, sehingga tindakan kriminal dapat ditekan.

2. Sistem Pendidikan

Contoh kontrol sosial yang kedua adalah sistem pendidikan. Sekolah berperan penting dalam mengajarkan nilai dan norma sosial.

Dalam pendidikan formal, siswa diajarkan pentingnya sikap saling menghormati, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini nantinya menjadi pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

3. Agama dan Norma Religius

Contoh kontrol sosial yang ketiga adalah agama. Agama sering memberikan pedoman moral dan etika bagi penganutnya.

Ajaran agama mengajarkan penganutnya untuk jujur, tidak melakukan kekerasan, dan saling membantu. Ajaran ini berfungsi sebagai pengendalian sosial yang kuat dalam membentuk perilaku masyarakat.

4. Tekanan Sosial dari Kelompok

Kelompok sosial seperti keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan tekanan agar anggotanya berperilaku sesuai harapan kelompok. Contohnya, orang tua menasihati anak-anak mereka untuk bersikap baik dan mengikuti adat-istiadat yang berlaku di masyarakat.

5. Sanksi Sosial

Masyarakat sering memberikan sanksi informal berupa teguran atau pengucilan pada orang yang melanggar norma. Misalnya, seseorang yang berperilaku kasar mungkin dihindari atau dikucilkan oleh tetangga, sehingga dia terdorong untuk memperbaiki perilakunya.

Melalui kontrol sosial, masyarakat berupaya menjaga stabilitas dengan mengurangi penyimpangan-penyimpangan yang dapat mengganggu keharmonisan bersama. Contoh kontrol sosial dapat diterapkan sesuai dengan kondisi yang ada dalam masyarakat. (Fia)

Baca juga: Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia