Konten dari Pengguna

5 Contoh Membiasakan Perilaku Pancasila di Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh membiasakan perilaku Pancasila, sumber foto: unsplash.com/Syahrul Alamsyah Wahid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh membiasakan perilaku Pancasila, sumber foto: unsplash.com/Syahrul Alamsyah Wahid

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu masyarakat harus menerapkan perilaku sesuai dengan Pancasila.

Ada beberapa contoh membiasakan perilaku Pancasila. Salah satunya menghormati orang lain yang berbeda agama.

Ketahui berbagai contoh penerapan perilaku sesuai dengan nilai Pancasila dalam ulasan di bawah ini.

5 Contoh Membiasakan Perilaku Pancasila

Ilustrasi contoh membiasakan perilaku Pancasila, sumber foto: unsplash.com/Rafael Atantya

Dikutip dari buku Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara karya Ronto, (2012) Pancasila merupakan dasar negara yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pancasila juga menjadi rumusan dan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ada berbagai contoh membiasakan perilaku Pancasila di masyarakat, antara lain:

1. Sila Pertama

Sila pertama berisi tentang pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman agama dan keyakinan yang ada di Indonesia. Perilaku yang mencerminkan sila pertama, di antaranya:

  • Menghormati orang lain yang berbeda agama dengan kita.

  • Menjaga ketenangan lingkungan ketika orang lain melakukan ibadah.

  • Menghindari perilaku yang bersifat mengejek atau mencela agama orang lain.

  • Bersedia membantu sesama warga masyarakat meskipun berbeda keyakinan.

  • Mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan individu atau golongan.

2. Sila Kedua

Sila kedua berisi tentang penghargaan terhadap martabat, hak, dan kewajiban setiap manusia tanpa membedakan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau status sosial.

Perilaku yang mencerminkan sila kedua, antara lain:

  • Tidak melakukan diskriminasi atau perundungan terhadap orang lain.

  • Menjaga sikap sopan santun dan hormat-menghormati dalam berkomunikasi.

  • Menolong orang yang membutuhkan bantuan tanpa mengharapkan imbalan.

  • Menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan fasilitas umum.

  • Menghargai prestasi dan karya orang lain.

3. Sila Ketiga

Sila ketiga berisi tentang kesadaran dan komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, adat, budaya, bahasa, dan daerah.

Perilaku yang mencerminkan sila ketiga, yakni:

  • Cinta tanah air dan bangsa dengan membeli produk dalam negeri.

  • Mengharumkan nama bangsa dengan berprestasi di berbagai bidang.

  • Tidak merendahkan suku, adat, atau budaya lain.

  • Mengutamakan kerukunan dan toleransi dalam bermasyarakat.

  • Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan serta membantu warga yang mengalami kesulitan.

4. Sila Keempat

Sila keempat berisi tentang prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara. Perilaku yang mencerminkan sila keempat, antara lain:

  • Memilih pemimpin atau wakil rakyat secara jujur dan bertanggung jawab.

  • Mengawasi kinerja pemerintah dan memberikan kritik atau saran yang konstruktif.

  • Menyampaikan aspirasi atau pendapat secara santun dan rasional.

  • Menghormati keputusan yang diambil melalui musyawarah atau perwakilan.

  • Berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pembelaan negara.

5. Sila Kelima

Sila kelima berisi tentang tekad untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perilaku yang mencerminkan sila kelima, yaitu:

  • Membayar pajak dan retribusi sesuai dengan ketentuan.

  • Menggunakan hak dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara.

  • Tidak melakukan korupsi, kolusi, atau nepotisme.

  • Menjaga keseimbangan antara hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.

  • Berbagi dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

Baca juga: Dampak Segregasi dalam Kehidupan Masyarakat Sehari-hari

Itulah beberapa contoh pembiasaan perilaku sesuai Pancasila di masyarakat yang bisa dijadikan panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (WWN)