5 Contoh Sosial Budaya di Masyarakat yang Mempererat Persatuan dan Kesatuan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosial budaya di masyarakat sangat mungkin terbentuk dengan adanya interaksi setiap harinya. Hal itulah yang menjadi penyebab utama kayanya Indonesia dengan budaya dan tradisi yang daerahnya memiliki kekhasan tersendiri.
Dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah), Nana Supriatna, dkk, (2007:88), dijelaskan bahwa sosial budaya terdiri atas beberapa unsur, yaitu akulturasi, asimilasi, dan difusi.
Penerapan sosial budaya sendiri terdapat dalam banyak hal, mulai dari adat istiadat, norma, tradisi, agama, bahasa, makanan, kesenian, budaya sehari-hari, dan lain sebagainya.
Contoh Sosial Budaya di Masyarakat
Setelah mengetahui sekilas mengenai sosial budaya, pasti tidak sedikit yang mulai bertanya-tanya bagaimana sosial budaya di masyarakat? Supaya lebih memahaminya, perhatikan contoh-contoh berikut.
1. Tradisi dan Ritual
Contoh yang pertama berkaitan dengan tradisi dan ritual. Interaksi yang terjadi antar masyarakat suku atau penganut agama tertentu dapat menumbuhkan hubungan sosial yang erat, seperti:
Upacara adat pernikahan misalnya, pernikahan adat Jawa atau Sunda.
Ritual keagamaan bersama seperti, Idul Fitri, Natal, atau Nyepi.
Upacara pembukaan musim tanam atau panen.
Festival budaya daerah misalnya, Festival Baliem di Papua atau Festival Krakatau di Lampung.
2. Kegiatan Sosial
Bentuk penerapan sosial budaya di masyarakat dalam kegiatan sosial di antaranya sebagai berikut:
Gotong royong (kerja bakti) untuk membangun infrastruktur desa.
Pertemuan warga desa (musyawarah) untuk membahas masalah bersama.
Kegiatan olahraga bersama misalnya, sepak bola atau bulu tangkis.
Bakti sosial misalnya, donor darah atau kegiatan amal.
3. Seni dan Kebudayaan
Eratnya persatuan dan kesatuan juga dapat terlihat dalam kegiatan seni dan kebudayaan, misalnya:
Pertunjukan seni tradisional misalnya, wayang kulit atau tari tradisional.
Festival musik daerah misalnya, festival musik Sumatera atau festival musik Bali.
Pameran seni dan kerajinan tangan.
Lomba puisi atau sastra.
4. Kebiasaan Sehari-hari
Sebagai makhluk sosial, kegiatan sehari-hari masyarakat sering kali melibatkan interaksi dengan masyarakat lainnya, baik dalam lingkup kecil maupun besar. Berikut contohnya:
Mengucapkan salam dan menyapa tetangga.
Berbagi makanan atau minuman dengan tetangga.
Menghormati elder (orang tua) dalam masyarakat.
Menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.
5. Lain-lain
Pada dasarnya, contoh sosial budaya di masyarakat sangat banyak bentuknya. Selain yang telah disebutkan, berikut contoh lainnya:
Peringatan hari kemerdekaan atau hari nasional.
Kegiatan ekologi (misalnya, penanaman pohon atau membersihkan lingkungan).
Bakti lingkungan (misalnya, kegiatan konservasi).
Pembangunan fasilitas umum (misalnya, masjid, gereja atau kuil).
Demikianlah ulasan mengenai contoh sosial budaya di masyarakat yang menambah eratnya persatuan dan kesatuan. (Nay)
Baca juga: Perubahan Struktur Sosial yang Terjadi di Masa Penjajahan Jepang
