5 Dampak Negatif Tonarigumi di Masa Kependudukan Jepang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tonarigumi adalah salah satu struktur kemasyarakatan yang dibentuk di masa pemerintahan Jepang. Adapun dampak negatif Tonarigumi adalah kehidupan masyarakat semakin sengsara.
Hal ini juga disampaikan oleh Tiyanto dalam Peran Tonarigumi (Rukun Tetangga) di Jawa Masa Pendudukan Jepang tahun 1942-1945, bahwa Tonarigumi menyebabkan kesengsaraan dan meningkatkan kemiskinan di masyarakat.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai dampak negatif Tonarigumi, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Tonarigumi
Sebelum mengetahui dampak negatif Tonarigumi, sebaiknya cari tahu dulu sejarah pembentukannya. Pada dasarnya, sistem Tonarigumi telah diterapkan oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II di sejumlah wilayah, yakni Manchuria, Kepulauan Sakhalin, Semenanjung Korea, serta Asia Tenggara.
Sistem kemasyarakatan tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri Fumimaro Konoe pada 1940 dan masuk di Indonesia pada 1944.
Penerapkan sistem Tonarigumi di Indonesia untuk membantu Jepang dalam memata-matai gerak-gerik masyarakat sampai lapisang bawah. Hal itu diterapkan di dalam organisasi Jawa Hokokai.
Dalam perkembangannya, Tonarigumi lebih dikenal dengan sistem Rukun Tetangga (RT) dengan ketuanya bernama Kumico. Tugas dari Kumico adalah untuk mengenali setiap warganya serta mengidentifikasi adanya warga asing.
Fungsi Tonarigumi
Penerapan sistem Tonarigumi semasa kependudukan Jepang tentunya mempunyai sejumlah fungsi. Adapun beberapa fungsi Tonarigumi adalah:
Memperketat kontrol dan pengawasan tentara Jepang terhadap masyarakat Indonesia sampai lapisan bawah.
Memudahkan Kekaisaran Jepang dalam mengontrol warga dan melakukan mobilisasi sumber daya demi kepentingan Jepang.
Memperkuat komunikasi antara pemerintah Jepang dengan warga maupun orang Jepang.
Basis pelatihan militer warga desa semasa Perang Dunia II.
Dampak Negatif Tonarigumi
Keberadaan Tonarigumi semasa pemerintahan Jepang ini memberikan sejumlah dampak negatif. Adapun beberapa dampak negatif Tonarigumi adalah:
Meningkatnya kemiskinan masyarakat.
Membuat masyarakat Indonesia menjadi semakin sengsara.
Merosotnya perekonomian rakyat.
Hilangnya lembaga politik tradisional.
Masyarakat tertalu diawasi dengan penjagaan ketat.
Dampak Positif Tonarigumi
Selain dampak negatif, Tonarigumi juga memberikan beberapa dampak positif. Adapun sejumlah dampak positif Tonarigumi adalah:
Masyarakat memperoleh pembelajaran mengenai kesehatan dan pendidikan militer.
Meningkatkan jiwa gotong rakyat masyarakat.
Melatih masyarakat agar lebih disiplin.
Demikian sederet informasi mengenai dampak negatif Tonarigumi dan sejarahnya. [ENF]
