5 Faktor Pendorong Integrasi Nasional dan Faktor Penghambatnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Integrasi nasional merupakan fenomena sosial yang dapat muncul dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Faktor pendorong integrasi nasional ada banyak, contohnya unsur sejarah yang menumbuhkan rasa senasib dan seperjuangan.
Secara umum, tujuan integrasi nasional adalah menyatukan setiap perbedaan yang ada dalam suatu bangsa atau negara. Selain mempunyai faktor pendorong, proses integrasi nasional di suatu negara bisa saja menemukan berbagai macam faktor penghambat.
5 Faktor Pendorong Integrasi Nasional
Integrasi nasional merupakan istilah umum yang sering kali muncul dalam pembahasan ilmu sosial atau ilmu tentang kewarganegaraan. Faktanya, integrasi nasional memang sebuah usaha atau proses yang mempunyai kaitan dengan kehidupan bernegara.
Mengutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Susilawati, dkk. (2021: 172), tujuan integrasi nasional itu sendiri untuk menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada dalam suatu bangsa/negara.
Konsep “menyatukan” bukan berarti bahwa membuat semua menjadi sama atau satu jenis. Konsep “menyatukan” lebih merujuk pada proses menciptakan keselarasan atau keserasian secara nasional, meskipun ada banyak perbedaan.
Integrasi nasional dapat tercapai karena ada berbagai macam faktor pendorong. Mengutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Widodo, dkk. (2015: 42), berikut adalah lima faktor pendorong integrasi nasional:
Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, seperti yang dibuktikan dalam perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.
Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, seperti yang dibuktikan oleh para pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.
Kesepakatan atau konsensus nasional dalam mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, UUD 1945, Bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta bahasa Indonesia.
5 Faktor Penghambat Integrasi Nasional
Integrasi nasional dapat terwujud dengan adanya faktor-faktor pendorong. Selain faktor pendorong, ternyata ada pula faktor yang dapat menghambat proses integrasi nasional.
Mengutip dari buku yang sama, Widodo, dkk. (2015: 42 – 43), lima faktor penghambat integrasi nasional, yaitu:
Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam).
Wilayah negara yang begitu luas.
Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan, serta persatuan bangsa.
Masih besarnya ketidakmerataan pembangunan serta hasil-hasil pembangunan yang menimbulkan rasa tidak puas dan keputusasaan.
Keberadaan paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
Baca juga: Mengenal Arti Integrasi Ideologis beserta Jenis Integrasi Nasional Lainnya
Demikian jelas bahwa ada banyak faktor pendorong integrasi nasional. Secara umum, faktor pendorongnya adalah berbagai macam hal yang menimbulkan rasa persatuan, kesatuan, cinta tanah air, senasib, dan seperjuangan. (AA)
