5 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Tradisional

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap negara memiliki sistem ekonominya masing-masing. Salah satu sistem ekonomi yang dianut masyarakat adalah ekonomi tradisional. Negara yang menganut sistem ekonomi tradisional biasanya merupakan negara yang bergantung pada sektor pertanian.
Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Lailatul Rofiah, dkk (2023:18), sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang sederhana, berlandaskan pada nilai, norma dan tradisi turun menurun. Berikut negara yang menganut sistem ekonomi tradisional.
Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Tradisional
Adapun negara yang menganut sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut:
1. Papua Nugini
Mayoritas penduduk Papua Nugini menggantungkan hidup pada pertanian, dikarenakan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Meskipun begitu, Papua Nugini masih menghadapi kendala yang diakibatkan oleh biaya infrastruktur dan medan yang sulit.
2. Malawi, Afrika Selatan
Negara Malawi didominasi oleh sektor pertanian dan memiliki sumber daya alam yang kaya.
Meskipun begitu, Malawi masih mengalami konflik sosial dan ekonomi, seperti minimnya akses kesehatan, kualitas pendidikan yang kurang memadai, dan pendapatan yang rendah.
3. Mobaye, Afrika Tengah
Mobaye merupakan desa yang terletak di Afrika Tengah, desa ini memiliki keterbatasan pasokan listrik yang memengaruhi kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.
4. Mbaiki, Republik Afrika Tengah
Penduduk Mbaiki mayoritas hidup dari pertanian kayu dan kopi. Meskipun begitu, ekonomi, akses kesehatan, dan pendidikan di daerah tersebut masih kurang memadai.
5. Lembah Baliem, Indonesia
Lembah Baliem berada di pegunungan Jayawijaya, Papua dan dihuni oleh suku Dani, Lani, dan Yali. Penduduk di Lembah Baliem memiliki sumber mata pencaharian dari bertani dengan alat yang masih sangat sederhana, dan masih melakukan sistem barter sebagai alat tukar.
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional
Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut:
Setiap warga memiliki kemampuan memproduksi barang dan jasa
Terpusat pada asas kekeluargaan yang kental sehingga ketimpangan sosial lebih rendah.
Kegiatan produksi masih sederhana sehingga menjaga kelestarian alam.
Tidak ada persaingan negatif dalam mencari keuntungan sehingga kegiatan ekonomi berjalan sehat.
Sistem barter menciptakan kerukunan, kepedulian, dan kejujuran.
Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional
Meskipun memiliki banyak kelebihan, sistem ekonomi tradisional juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut:
Sulit menentukan kelayakan nilai tukar dalam sistem barter.
Kegiatan ekonomi hanya berfokus pada kebutuhan sehingga kurang meningkatkan taraf hidup.
Kegiatan ekonomi tidak berfokus pada peningkatan keuntungan
Penerimaan terhadap teknologi modern masih rendah.
Kualitas barang dan jasa cenderung rendah.
Negara yang menganut sistem ekonomi tradisional secara umum unggul dalam hal asas kekeluargaan yang mementingkan alam dan ekonomi yang sehat, namun sistem ini kurang cocok untuk tujuan memajukan taraf hidup. (NZ)
Baca Juga: 3 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional dan Contohnya
